SATELITNEWS.ID, SERANG—Serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel ke Jalur Gaza kompleks pemukiman Syaikh Jarrah Palestina telah menimbulkan korban jiwa lebih dari 170 orang. Dukungan pun diberikan kepada rakyat Palestina dari berbagai belahan dunia. Tak terkecuali dari Banten.
Wakil Ketua DPRD Banten, Budi Prajogo, Senin (17/5) mengatakan, serangan Israel layak diberi sanksi tegas. Sebab, secara prosedur, Israel menyalahi kesepakatan internasional. Itulah sebabnya, para pemimpin negara-negara di seluruh dunia sudah seharusnya mengeluarkan kebijakan secara cepat dan tegas.
“Konflik Palestina dan Zionis kembali pecah di Jalur Gaza karena dipicu oleh rencana penggusuran kawasan Syeikh Jarrrah yang didiami oleh masyarakat Muslim oleh tentara Zionis. Penyerangan ke Masjid Aqsa saat salat Jumat terakhir dalam bulan Ramadhan memicu penyerangan roket oleh Hamas dan Jihad Islami ke kawasan Tel Aviv yang mengagetkan tentara Zionis,” ujar Budi.
Menurutnya, situasi yang sangat memprihatinkan ketika Israel kembali menggusur pemukiman Syaikh Jarrah Palestina di Gaza, dengan roket yang diluncurkan dari pesawat tempur mereka. Gedung-gedung pemukiman yang menjadi tempat tinggal rakyat Palestina sejak merdeka di tahun 1948, dihancurkan Israel.
Situasi tersebut lanjut Budi diperlukan sebuah solusi atau jalan keluar yang tepat agar perdamaian bisa tercapai. Israel maupun Palestina masing-masing harus sadar bahwa kekerasan hanya akan menimbulkan korban. Israel dan Palestina perlu mengadakan perundingan bilateral melalui masing-masing perwakilan mereka. Keduanya harus berkomitmen untuk menjaga perdamaian. Sebab, tanpa adanya komitmen dari kedua pihak, perdamaian akan sulit terjadi.
“PBB sebagai lembaga yang mendapat pengakuan internasional, perlu mengeluarkan kebijakan yang tegas terkait aksi konflik Israel-Palestina. PBB perlu mengeluarkan resolusi yang bisa meredam aksi kekerasan ini,” katanya.
Baca Juga: DPRD Banten Desak Pemprov Segera Serahkan KUA PPAS Perubahan
Seperti diketahui, masyarakat dibelahan dunia mengutuk aksi Israel ini. Sebab, bagaimana pun, serangan yang digencarkannya ini merupakan pelanggaran kelas berat atas hak asasi manusia (HAM) secara universal. Ribuan massa dari berbagai belahan dunia melakukan aksi protes, mulai dari London, Madrid, New York hingga Cape Town turun mendesak dihentikannya aksi brutal tentara Zionis.
Demonstrasi juga dilakukan Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Serang. Mereka menggelar aksi teatrikal mengecam penyerangan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina. Teatrikal tersebut dilakukan dari depan kampus UIN Banten hingga Alun-alun Kota Serang.
Berdasarkan pantauan, dalam teatrikalnya HMI MPO Cabang Serang menampilkan empat orang Palestina yang disiksa oleh Israel. Sepanjang jalan, orang Palestina itu meminta tolong saat ditendang dan ditarik menggunakan tali. Beberapa warga yang melihat pun memberikan dukungan kepada pemeran Palestina, bahkan ada yang ikut memukul pemeran Israel.
Sembari melakukan aksi teatrikal, HMI MPO Cabang Serang pun mengumpulkan donasi bantuan untuk warga Palestina. Hingga di Alun-alun, diketahui terkumpul sebanyak Rp712.200 donasi untuk Palestina.
Koordinator aksi, Walinegara, mengatakan bahwa pihaknya mengecam penyerangan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina. Ia menegaskan, penyerangan yang dilakukan oleh Israel merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.
“Apapun alasan yang disampaikan oleh Israel, penyerangan terhadap Palestina sangat tidak bisa diterima oleh kemanusiaan,” ujarnya di sela-sela aksi teatrikal, Senin (17/5).
Baca Juga: Proyeksi APBD TA 2027 Pemprov Banten Berkurang, Kinerja Bapenda Jadi Sorotan
Ia mengatakan, pihaknya juga mempertanyakan sikap dari para pemimpin negara Islam dan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, yang sampai saat ini tidak ada tindakan konkret untuk mendukung kemerdekaan Palestina.
“Sejauh ini yang ada hanyalah pernyataan semata. Namun belum ada tindakan nyata dari para pemimpin negara Islam dan negara yang mayoritas beragama Islam seperti Indonesia ini,” ungkapnya.
Dengan aksi yang pihaknya lakukan, diharapkan mampu menumbuhkan sikap solidaritas pemahaman masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Serang, bahwa perdamaian dan pembebasan Palestina harus disokong oleh seluruh pihak.
“Tak akan ada perdamaian dan pembebasan Palestina jika kita semua hanya berdiam diri saja. Segala bentuk dukungan akan sangat berarti untuk saudara-saudara kita di Palestina. Untuk dana yang telah kami kumpulkan, akan disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Serang Raya,” katanya.
Sementara itu, Branch Manager ACT Serang Raya, Ais Komarudin, menyampaikan apresiasinya terhadap HMI MPO Cabang Serang dan masyarakat Kota Serang, yang telah mempercayakan bantuan untuk Palestina kepada pihaknya.
“Bukan soal berapa yang kita berikan kepada saudara kita di Palestina. Tapi bagaimana kehadiran kita atas penderitaan saudara kita di Palestina. Karena mereka (warga Palestina) bukan merindukan uang kita, tapi kehadiran dan keberpihakan kita atas apa yang menimpa mereka,” tandasnya. (rus/dzh/bnn/gatot)
























