SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Sudah 37 tahun Eti Sumiyati menjadi seorang guru. Teramat banyak peristiwa yang membuatnya bahagia. Namun ada pula yang membuatnya menyesal.
“Suatu kepuasan tersendiri ketika mengubah seorang siswa yang tadinya malas belajar dan akhirnya menjadi rajin belajar. Jadi guru tuh senangnya ketika anak murid yang kita ajarkan dulu saat bertemu kembali sudah berhasil,”ujar Eti Sumiyati yang sekarang menjadi Kepala SMPN 1 Teluknaga Kabupaten Tangerang kepada Satelit News.
Eti menambahkan, sebagai seorang guru, dia tidak boleh memandang rendah siswa. Terkadang muncul keinginan untuk memarahi siswa yang dianggap tidak cakap. Padahal menurut Eti, tidak ada yang mengetahui masa depan masing-masing siswa. Termasuk perkembangan moralitas sang murid.
Semasa muda, Eti sempat “menghakimi” siswa yang dianggapnya tidak cakap. Namun, dia menyesali tindakannya setelah bertemu kembali sang murid pada kesempatan berikutnya.
“Saya pernah naik angkot namun sopirnya menolak untuk dibayar. Ternyata dia anak murid yang pernah saya ajar. Ada rasa penyesalan dulu men-judge anak dengan hal yang tidak baik,”tuturnya.
Eti memulai perjalanannya menjadi guru dengan masuk sekolah pendidikan guru (SPG) setelah lulus SMP. Pada saat itu lulusan SPG akan langsung menjadi guru sekolah dasar (SD).
Setelah lulus dari SPG, anak sulung dari sembilan bersaudara yang lahir di Cirebon pada 16 Februari 1965 itu melanjutkan pendidikan D1 di UIN Jakarta. Dia masuk D1 karena ingin mengajar siswa SMP.
Eti memulai karirnya dengan menjadi guru di MTSN Cirebon pada tahun 1984. Dua tahun berikutnya, dia menjadi PNS dan mengajar di SMPN 1 Kosambi Kabupaten Tangerang.
Selama kurang lebih 29 tahun mengajar di SMPN Kosambi 1, ibu empat orang anak ini mengikuti seleksi untuk menjadi kepala sekolah. Dan akhirnya lolos kemudian ditempatkan di SMPN Mekar Baru pada pertengahan tahun 2015. Terakhir pada 2017 dipindahkan lagi untuk menjadi kepala sekolah di SMPN 3 Teluknaga hingga saat ini. (mg3/gatot)