SATELITNEWS.COM, TANGSEL— Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta meningkatnya tekanan isu lingkungan global mulai mengubah wajah dunia teknik sipil. Insinyur masa depan tidak lagi hanya dituntut membangun struktur yang kokoh, tetapi juga menghadirkan infrastruktur yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) mengukuhkan Agustinus Agus Setiawan sebagai Guru Besar bidang Rekayasa Struktur dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang digelar di kampus UPJ, Jumat (24/4/2026).
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Agus menekankan bahwa dunia teknik sipil saat ini berada di persimpangan antara disrupsi teknologi dan krisis lingkungan global. Ia menyebut integrasi AI dalam proses rekayasa serta penerapan prinsip keberlanjutan kini menjadi kebutuhan.
“Insinyur masa depan tidak cukup hanya mampu membangun struktur yang kuat, tetapi juga harus menghadirkan solusi yang cerdas, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, industri konstruksi selama ini menjadi salah satu penyumbang emisi karbon global. Karena itu, inovasi material dan penerapan konstruksi hijau dinilai semakin krusial. Di sisi lain, teknologi AI membuka peluang besar dalam meningkatkan efisiensi desain, optimasi penggunaan material, hingga pemantauan kinerja struktur secara real-time.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa peran manusia tetap tidak tergantikan. “AI adalah alat bantu. Keputusan tetap berada di tangan insinyur yang memiliki tanggung jawab etis dan profesional,” katanya.
Baca Juga: 14 Perguruan Tinggi Peserta Program ERICA Tandatangani Nota Kerjasama
Pengukuhan ini turut didukung rekam jejak akademik dan riset Prof. Agus. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Katolik Soegijapranata, magister di Institut Teknologi Bandung, serta doktor di Universitas Tarumanagara.
Dalam bidang penelitian, ia mengembangkan pemodelan berbasis AI untuk material beton rendah karbon serta pemanfaatan limbah organik dan nonorganik sebagai bahan campuran beton ramah lingkungan.
Selain itu, ia juga aktif dalam pengabdian masyarakat, antara lain melalui program pengolahan ikan asin berbasis greenhouse di Pandeglang, Banten, serta pengembangan UMKM berbasis inovasi digital di Tangerang.
Acara pengukuhan dihadiri jajaran Yayasan Pendidikan Jaya, pimpinan unit usaha Jaya Group, serta sejumlah mitra dan pemangku kepentingan.
Hadir pula Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Lukman, serta perwakilan British Council dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
Pengukuhan ini dinilai istimewa karena Prof. Agus disebut sebagai satu-satunya profesor di bidang Rekayasa Struktur di wilayah LLDIKTI Wilayah IV. Kehadiran berbagai pihak lintas sektor mencerminkan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dalam menjawab tantangan masa depan.
Baca Juga: HIMA dan Prodi Akuntansi UPJ Bintaro Gelar JACC Weekend 2022
Sebagai bagian dari ekosistem industri Jaya Group, UPJ menempatkan kolaborasi sebagai fondasi pengembangan pendidikan tinggi. Sinergi antara kampus dan industri diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi dinamika dunia kerja.
Pengukuhan ini sekaligus menegaskan komitmen UPJ dalam mendorong transformasi pendidikan teknik sipil yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan keberlanjutan. (made)




























