SATELITNEWS.ID,KOSAMBI—Pandemi Covid-19 sempat membuat terjadinya penurunan jumlah siswa pada pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di sekolah swasta Tangerang pada tahun 2020 lalu. Tak ingin mengulang nasib, sebagian sekolah swasta menyiapkan berbagai jurus baru.
Salah satunya dilakukan SMA Yadika 10 Kosambi Kabupaten Tangerang dengan membuka pendaftaran siswa baru tahun 2021 lebih awal. Mereka sudah menerima pendaftaran murid sejak Oktober tahun 2020 lalu.
Kepala SMA Yadika 10 Saida Situmorang mengungkapkan sebelum membuka PPDB, pihaknya merancang anggaran sekolah selama setahun terlebih dahulu. Kemudian mempersiapkan bagaimana caranya untuk mendapatkan peserta didik baru sesuai target atau melebihi dari yang ditetapkan.
Saida menjelaskan langkah tersebut cukup efektif. Saat ini, calon murid yang mendaftar sudah mencapai 42 persen dari kursi yang dimiliki. Kondisi itu berbeda dibandingkan tahun lalu yang mengalami penurunan.
Menurut Saida, SMA Yadika 10 menargetkan dapat memiliki 80 siswa di tahun ajaran 2021-2022. Dia optimis dapat mencapai target karena biasanya banyak siswa yang mendaftarkan ke sekolah tersebut pada bulan Juli, tepatnya setelah pengumuman PPDB sekolah negeri telah dikeluarkan pemerintah daerah.
“Tahun lalu banyak yang mendaftarkan diri di bulan Juli setelah hasil PPDB sekolah negeri diumumkan,”ungkap Saida, kepada Satelit News beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan ada terdapat tiga gelombang pendaftaran siswa baru di sekolahnya. Pada gelombang pertama, pihaknya memberikan bebas biaya formulir, uang pangkal 50 persen dan diskon spesial calon siswa berprestasi, baik akademik dan non akademik. Di gelombang kedua, hanya ada bebas formulir dan diskon siswa berprestasi. Sedangkan di gelombang 3 hanya ada bebas formulir.
“Pada gelombang 3 kan sudah tidak ada diskon, jadi pada bulan Juli kita akan buka jalur prestasi baik akademik maupun non akademik,“tuturnya.
Saida menambahkan, pihaknya berusaha mendapatkan kepercayaan wali murid dengan memperlihatkan lima siswi yang berhasil masuk universitas negeri pada tahun 2020 pada brosur. Mereka juga memperlihatkan fasilitas yang lengkap.
“Semoga dengan lengkapnya fasilitas dapat menunjang pembelajaran para siswa yang baru masuk. Kita juga membantu siswa yang kurang mampu, bekerja sama dengan yayasan Budha dan Kristen. Tetapi untuk yang Islam kita belum ada pihak yang membantu,”ungkapnya. (mg3/gatot)