SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengintensifkan pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan di lapak-lapak dalam kondisi sehat dan layak kurban.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) DKPPP Tangsel, Pipit Surya Yuniar mengatakan pengawasan dilakukan melalui kolaborasi antara UPT Puskeswan dan Bidang Pertanian Peternakan DKPPP Tangsel.
“Untuk pengawasan kesehatan hewan kurban sendiri di lapak-lapak kita sudah mulai ini dari beberapa hari yang lalu kita sudah mulai menyisir,” ujarnya, Selasa (12/5).
Ia menjelaskan, tim DKPPP sudah mulai melakukan penyisiran ke sejumlah lapak hewan kurban musiman sejak beberapa hari terakhir. Bahkan, saat ini satu tim khusus telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung ke lapak-lapak yang meminta pengecekan.
Meski pengawasan mulai masif dilakukan, Pipit mengungkapkan jumlah lapak hewan kurban musiman tahun ini diperkirakan tidak sebanyak tahun sebelumnya. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi faktor stok maupun harga hewan kurban.
“Karena kan kalau kita lihat mungkin antara stok atau harga yang membuat agak sepi ya lapak-lapak. Cuman kita nanti belum tahu ya. Data kita akan kumpulkan dulu,” katanya.
Baca Juga: Muthmainah Tinggalkan Jabatan Ketua DPC PKB Tangsel Terpilih
Namun demikian, pihak DKPPP masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah pasti lapak hewan kurban yang beroperasi tahun ini. Data tersebut nantinya akan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Tahun 2025 sekitar 370-an lapak ya. Tapi kalau 2026 ini kita belum tahu. Karena untuk sampai bulan April ini saja, 30 April ya, itu lapak hewan kurban yang masuk masih sekitar 1.300 ekor,” jelasnya.
Hewan-hewan tersebut mayoritas berasal dari Jawa Timur dan Lampung. DKPPP juga memastikan kondisi penyakit hewan menular seperti Lumpy Skin Disease (LSD) maupun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih terkendali di wilayah Tangsel.
“Untuk penyakit LSD kita memang sudah lama tidak ada laporan. Dari dulu memang sudah zero case. Kemudian kalau untuk PMK, kita masih rutin vaksinasi. Jadi dari Kementerian Pertanian kita masih terus vaksin,” ungkapnya.
Menurut Pipit, hingga April 2026 pihaknya telah memberikan vaksin PMK kepada sekitar 250 ekor ternak lokal di Tangsel. Sementara hewan kurban yang datang dari luar daerah umumnya sudah divaksin di daerah asal sebelum dikirim ke Tangsel.
“Sampai April itu sudah kita sekitar 250-an ekor yang kita vaksinkan itu kita utamakan ternak-ternak yang ada di sini dulu. Jadi kalau untuk ternak yang datang kan biasanya persyaratannya sudah divaksin di daerah asalnya,” ungkapnya.
Baca Juga: Alami Trauma, Korban Pencabulan Guru Bimbel di Ciputat Dijadwalkan Konseling Psikologi
Selain itu, DKPPP Tangsel juga masih memberikan layanan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara gratis, baik untuk lapak maupun pengurus masjid. Sejauh ini, DKPPP belum menemukan adanya hewan kurban yang dinyatakan tidak layak jual ataupun harus dikarantina.
“Untuk lapak-lapak kita selalu keliling dan selalu melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan itu masih gratis kita. Jadi memang itu murni pelayanan untuk menjamin bahwa apa yang diperjualbelikan di lapak-lapak itu sebisa mungkin dalam kondisi yang sehat dan kita minimalisir untuk adanya jualbeli dalam keadaan sakit,” pungkasnya. (eko)
