SATELITNEWS.ID, SERPONG UTARA–Puluhan warga dari tiga kelurahan di Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan diajarkan tentang budidaya sayur mayur dengan metode hydroponik. Kegiatan yang dibiayai mlalui Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Indah Kiat Pulp and Paper Tangerang Mill ini digelar di Serua Farm, Bojongsari Kota Depok.
Ada sekitar 20 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut. Mereka merupakan peserta angkatan ketiga yang telah dilatih bercocok tanam melalui program CSR perusahaan produksi kertas terbesar di Tangerang Selatan ini.
“Angkatan pertama dan kedua sudah betul-betul dari awal mngikuti kegiatan ini,” kata Kholisul Fatikhin, Head of Sustainability PT IKPP Tangerang Mill.
Kholisul mengatakan, tujuan dari pelatihan ini yakni sama-sama menimba ilmu tentang hidroponik. Dengan dasar yang sudah dimiliki para peserta akan semakin menambah pengetahuan tentang tata cara menanam sayur mayur.
“Kita sama-sama belajar tentang hidroponik. Dengan belajar di sini tujuannya untuk menambah khasanah pengetahuan. Kita harapkan kegiatan ini bisa bermanfaat sehingga semakin banyak yang menekuni hidroponik sebagai solusi dalam mengembangkan pertanian di perkotaan yang mana lahan semakin menyempit,” ujarnya, Rabu (17/6/2021).
Menurutnya, menanam dengan cara hidroponik tentu hasilnya jauh lebih berkualitas mulai dari jenis sayur mayurnya serta kandungan nutrisi dari ragam sayuran. Berbeda dengan tanaman yang konvesional. Hidroponik menjadi solusi dalam mengembangkan pertanian saat ini dan ke depan.
Baca Juga: Direktur Astra Tol Tangerang – Merak Salurkan Bantuan Pendidikan
“Perbedaan yang ditanam di tanah dengan hidroponik ternyata hidroponik mampu menghasilkan empat kali lebih banyak kendati masalahnya sama, soal hama. Kami berharap hidroponik bisa jalan terus utamanya memenuhi kebutuhan sayur mayur,” tambahnya di dampingi Humas PT IKPP Tangerang Achmad Junaidi dan Head of CSR PT IKPP Tangerang Lily Yulianingsih.
Pemateri Serua Farm, Zulhaq dan Charlie Tjendapati menuturkan, dalam melakukan pemberdayaan lahan akan sejalan dengan dunia usaha. Dan ini akan menjadi kenyataan bahwa suatu saat menjadi pilihan sayuran hidroponik kendati saat ini masih banyak sayuran konvensional melalui penanaman langsung.
“Program ini harus dimanfaatkan dengan baik, banyak contoh masyarakat setelah rutin menanam dan hasilnya bagus akhirnya ketemu pasarnya sendiri, karena sayuran hidroponik dari sisi penampilan lebih bagus, jadi harus konsisten sehingga terus berkembang,” imbuhnya.
Selama pandemi, permintaan sayuran meningkat. Dimana kebutuhan harian masyarakat umum jauh lebih besar dari biasanya. “Jadi jangan pernah khawatir untuk mencari pasar. “Tugas kita adalah menanam dan menjaga kualitas sayuran,” tambahnya.
Penyuluh Pertanian Serpong Utara dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tangsel, Dika Meylanasari mengimbau seluruh peserta agar serius mengikuti pelatihan serta bisa mengembangkan dengan ketekunan dan ketelatenan.
“Proses yang dilewati adalah proses yang panjang. Banyak bapak ibu di luar sana ingin seperti ini makanya kesempatan yang telah diberikan oleh Indah Kiat harus dilakukan dengan maskimal sehingga dapat dipertangungjawabkan,” pesannya.
Baca Juga: Lisdiana Sukses Menjadi Petani Hidroponik di Masa Pandemi
Perwakilan peserta, Evi Wafiroh menuturkan saat ini dirinya sudah berhasil mengembangkan hidroponik di lingkungan tempat tinggalya. Melalui program CSR PT Indah Kiat memperoleh bantuan tahap pertama 320 lubang sebagai median tanaman hidroponik. Bantuan yang kedua sebanyak 1040 lubang dan dari swadaya masyarakat 640 lubang. Total yang saat ini dikembangkan 2000 lubang.
“Hasil tanam dijual ke masyarakat sekitar khususnya wilayah RW 12 Pakualam. Untuk masa panen kangkung tiga Minggu sekali. Selain itu ada bayam serta caisim. Dengan mengembangkan hidroponik, selain bisa menambah pendapatan juga bisa mencukupi kebutuhan sayur mayur untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya. (jarkasih)
