SATELITNEWS.ID, PINANG—Seorang warga RT 3/ 3 Kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang bernama Joko Susanto (32) meninggal dunia hanya delapan hari dari rentang waktu setelah divaksin. Sang istri, Putri Rahmawati pun kini menuntut penjelasan atas nasib yang dialami suaminya.
Terlebih, Terutama sang istri yang harus merawat dua anak yang masih belia seorang diri. Saat ditemui Satelit News.ID, Rabu (23/06/2021) malam di kediamannya, Putri Rahmawati hanya berlinang air mata.
Wanita 31 tahun ini bingung harus menghidupi anaknya usai sang suami wafat. Pasalnya, saat ini dia hanya seorang ibu rumah tangga yang dahulu mengandalkan pendapatan sang suami saat bekerja sebagai buruh cuci di sebuah jasa laundry.
Putri menceritakan, hal ini bermula ketika suaminya mendapat undangan vaksin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Jatah vaksin dosis pertama itu diterimanya di Puskesmas Kunciran Baru pada Selasa, (15/6/2021) lalu.
“Saat ditensi, suami saya 160 dan langsung divaksin. Sebelum vaksin kan biasanya ditanya-tanya ya, ada keluhan apa dan sebagainya. Ini enggak cuma ditensi ketahuan tensinya 160 dan langsung divaksin,” ujarnya.
Sehari pasca vaksin Joko kata Putri langsung demam dan batuk-batuk. Keluhan ini terjadi hingga 8 hari berturut-turut. Sampai, Joko menghembuskan nafas terakhirnya. “Sehat suami saya sehat sebelum menerima vaksin. Selama ini nggak pernah sakit kayak gitu. Cuma paling flu dan batuk biasa,” ungkapnya.
Sebelum meninggal, Putri sempat mengantarkan Joko ke Puskesmas Kunciran Baru untuk mendapat tindakan medis. Dari sana, Joko diberikan oleh oleh pihak Puskesmas. Diantaranya obat darah tinggi, radang, batuk dan antibiotik.
“Kita ke puskesmas naik motor. Tapi hanya dikasih obat, dia (Joko Susanto) minta rujukan rumah sakit tapi pihak puskesmas bilang tidak perlu dan kondisi rumah sakit katanya lagi penuh,” ungkapnya. Setelah menerima jawaban tersebut, lanjut Putri, dirinya bersama sang suami tak bisa berbuat banyak. Mereka melajukan kendaraannya untuk kembali ke rumah.
“Kami hanya dikasih obat. Dan akhirnya kembali ke rumah, tapi bapak semakin lemas dan akhirnya saya putuskan untuk membawa ke RS. Tapi belum sampai di rumah sakit suami saya sudah tidak ada,” ujarnya.
Putri berharap atas kejadian ini Pemerintah Kota Tangerang dapat memberikan penjelasan atas wafatnya Susanto. “Saya hanya mau jawaban. Kenapa suami saya meninggal setelah divaksin. Anak saya masih kecil pak saya bingung harus berbuat apa,” pungkasnya. Sementara hingga berita ini dibuat, Satelit News.ID masih berusaha mendapatkan konfirmasi dari pihak Dinas Kesehatan Kota Tangerang. (Berita ini masih memerlukan verifikasi lebih lanjut). (irfan/made)