SATELITNEWS.ID,SERANG–Para pedagang Pasar Padarincang, menggelar tahlil dan tasyakuran (makan bersama) di lokasi pasar yang baru, Minggu (27/6). Kegiatan tersebut dilakukan, sebagai bentuk rasa syukur, karena mereka akan mengisi bangunan baru.
Koordinator Pasar Padarincang, Budi Herliansyah mengatakan, tasyakuran ini merupakan inisiatif dari para pedagang. Mereka menggelar tahlilan dan makan bersama. “Ini mah acara pedagang, bukan acara dinas. Sebagai bentuk rasa syukur, pindah dengan aman dan nyaman. Walau sempat ada insiden kecil, itu sudah teratasi,” kata Budi, Minggu (27/6).
Katanya, para pedagang semuanya antusias akan pindah ke pasar baru. Para pedagang-pun tambahnya, semuanya ditenggat hingga 1 Juli nanti sudah pindah ke pasar yang baru.
“Alhamdulillah, pedagang antusias pindah. Besok (hari ini, Senin,278/6) hari pasar terakhir di Pasar Padarincang. Kemudian hari Kamis nanti, kan kita sudah hari pasar di pasar yang baru. Jadi tanggal satu (1 Juli,red) itu, semua sudah ada di pasar yang baru,” ujarnya.
Saat ini-pun, kata Budi, beberapa pedagang sudah ada yang menata dagangannya di pasar yang baru. “Baju-baju juga sudah banyak yang dipasang. Pedagang kaki lima yang nggak kebagian, kita tempatkan diemperan dulu. Yang penting tidak mengganggu halaman luar,” tambahnya
Menurutnya, tempat yang disediakan untuk para pedagang di pasar yang baru ini, antara lain untuk gedung A ada sebanyak 35 kios, gedung B ada 80 kios dan gedung C ada 60 kios. Peruntukannya, gedung A untuk kios yang di depan meliputi, toko emas, elektronik, kosmetik dan UMKM.
Baca Juga: Beredar ‘Iuran Alumni’ di Wisuda Faletehan, IKAFA Klarifikasi
Kemudian yang di dalam, diperuntukan bagi pedagang kelontongan dan warung kopi (warkop). “Gedung B dan C, berhubung pedagang pakaian itu melebihi 80, kita simpan di gedung C sebanyak 25, gedung B itu untuk pakaian, sendal, sepatu dan pedagang kitab. Kemudian gedung C, meliputi sembako, alat pertanian dan ikan asin,” paparnya.
Sedangkan untuk los, menurutnya lagi, lokasinya di gedung A ada sebanyak 198 los. Adapun komoditi yang ada di situ, ada 18 macam. “Jadi totalnya itu, los ikan ada 20, los yang di dalam 198, kios yang dipergunakan hanya 170. Karena ada ruangan UMKM, dan untuk Perbankan. Penempatannya nanti akan diundi, berdasarkan hasil musyawarah sesuai zona pedagang,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
























