SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus melakukan percepatan penanganan pandemi Covid-19. Salah satunya dengan pemeriksaan dini, pelacakan dan perawatan.
Wali kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan pihaknya meminta Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk meningkatkan kinerjanya. Hal ini untuk mempercepat tracing pada kasus Covid-19. Kapasitas yang semula 600 kata Arief, kini ditingkatkan menjadi 1.000. “Kapasitasnya udah dari 600 sudah ditingkatkan jadi 1.000 yang keluar hasilnya,” kata Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, Senin (28/6/2021) di Labkesda Kota Tangerang.
Namun, kata dia hal tersebut tak berimbang dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Labkesda. Dari hasil diskusi, Arief mengungkapkan saat ini Labkesda Kota Tangerang membutuhkan tambahan SDA sama menunjang pekerjaannya. Seperti memeriksa hasil swab di Kota Tangerang menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR).
“Tadi kami cek dari kepala Labkesdanya ingin minta ada bantuan tambahan tenaga. Karena di lapangan untuk tegaknya diagnosa dari dokter, dari puskesmas itu perlu ada hasil PCR yang pasti. Nah makanya Labkesda sudah setiap hari melakukan pemeriksanaan,” kata dia.
Bila hal ini dipercepat menurut Arief menjadi salah satu alternatif solusi fasilitas kesehatan. Arief menyebut, peningkatan kemampuan Labkesda dalam mengeluarkan hasil tes PCR sampel yang masuk menjadi sangat penting di tengah banyak fasilitas kesehatan yang sudah crowded.
“Sekarang treatmen kita fasilitas kesehatan, RIT, sudah penuh maka paling tidak masyarakat tahu apakah dia negatif atua positif sehingga tidak keluar rumah,” kata dia. Arief menyebut, hasil tes yang cepat keluar akan menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak keluar rumah menyebarkan Covid-19. Sebaliknya, mereka akan berupaya melakukan isolasi mandiri di tempat masing-masing.
Baca Juga: Hadiri Perayaan Dewi Kwan Im, Sachrudin: Kerukunan Jadi Kekuatan Membangun Daerah
“Kita berharap seluruh warga berada di garda terdepan, artinya kita menangani pandemik tidak bisa sendiri harus gotong royong saling mengingatkan, kita bantu jika ada yang positif jadi semangat gotong royong ini harus menjadi budaya,” kata dia.
Kata dia, salah satu kunci keberhasilan percepatan penanganan pandemi Covid-19 salah satunya dengan 3 T tersebut. Kini, Pemkot Tangerang dalam melakukan treatment melalui fasilitas kesehatan di Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT).
“Sudah mulai berjalan SMPN 30, tenaganya kita bantu kan yang di Dinsos 35 tenaganya dipindahin ke SMPN 30 jadi 135. Itu ada rencanya kita tambahin jadi 200, bisa total 270 sama jurumudi baru,” kata dia. (irfan/made)























