SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlangsung dari 3 hingga 20 Juli mendatang akan sangat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Hal itu disebabkan oleh peraturan pada PPKM Darurat yang menyatakan supermarket hingga pasar tradisional yang menjual kebutuhan sehari-hari diperbolehkan beroperasi. Selain itu ditetapkan kapasitas pengunjung 50 persen kecuali apotek dan toko obat bisa beroperasi 24 jam. Masyarakat juga diminta hanya membeli makanan dengan sistem bawa pulang atau take away.
Karena itu, Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin meminta masyarakat agar berbelanja kebutuhan secara daring. Dia mengungkapkan Kota Tangerang memiliki sejumlah aplikasi belanja daring. Seperti Pasar Online antar Langsung (Portal) Tangerang dan Ayo Rangkul.
“Ya kita sarankan kepada masyarakat untuk pakai aplikasi itu. Untuk optimal-kan aktivitas ekonomi maka baiknya dilakukan secara daring saja. Kota Tangerang kan punya,” ujarnya kepada Satelit News.ID, Senin, (5/7/2021).
Kata Sachrudin, Pemkot Tangerang sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui jajarannya untuk mengoptimalkan aplikasi tersebut. “Sudah kita lakukan semua itu untuk sampaikan kepada masyarakat,” katanya.
Diketahui, Portal merupakan merupakan aplikasi besutan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan PD Pasar. Portal tersebut dapat diakses melalui aplikasi Tangerang LIVE yang bisa diunggah gratis di Play Store maupun App Store. Sistem pembayaranya secara Cash On Delivery (COD) atau bayar di tempat ketika barang sudah sampai tujuan.
Baca Juga: RT/RW di Kota Tangerang Diminta Jadi Motor Penggerak Pilah Sampah dari Rumah
Sementara, Ayo Rangkul merupakan hasil kerja sama antara Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop) Kota Tangerang dengan Tokopedia. Di kanal tersebut terdapat produk buatan UMKM Kota Tangerang.
Kepala Bidang UMKM untuk Disperindagkop dan UKM Kota Tangerang, Ii Nurul Komarudin mengatakan, terdapat beberapa jenis makanan dan kerajinan yang dipasarkan di kanal itu. “Banyak dagang, kuliner fasion dan kerajinan tangan. Makanan kering. Kalau makanan basah belum karena basah relatif basi paling PO (Pre Order) sebelum H-2,” imbuhnya.
Dia mengatakan masyarakat baiknya membeli kebutuhan sehari-hari melalui daring. Selain menghindari kerumunan juga membantu para pelaku usaha di tengah pandemi Covid-19.
“Karena mau bagaimana lagi ? Di satu sisi kota harus mematuhi peraturan pemerintah tapi di sisi lain kita harus penuhi kebutuhan hidup. Jadi baiknya kalau mau belanja daring saja dulu kita punya Ayo Rangkul dan Portal. Kita bisa bantu pelaku usaha juga,” pungkasnya. (irfan/made)
























