Minggu, 6 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Dalam Keadaan Koma, Marsiti Tak Dilayani Delapan RS

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 12 Jul 2021 11:34 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangerang, Metro Tangerang
Dalam Keadaan Koma, Marsiti Tak Dilayani Delapan RS

KRONOLOGI: Anak kelima Marsiti, Harianto saat diwawancarai di rumahnya. Dia menceritakan kronologi meninggalnya Marsiti lantaran tidak mendapat pelayanan medis di rumah sakit karena penuh. (IRFAN MAULANA/SATELITNEWS.ID)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Marsiti (52) hanya terbaring di tempat tidurnya. Sekilas, warga RT 1 RW 2, Kampung Ledug Asem, Kelurahan Alam Jaya, Kecamatan Jatiuwung itunampak tertidur lelap.

Anak-anak Marsiti mencoba membangunkannya. Namun dia tak merespon sama sekali walaupun masih bernafas. Saat itu, Senin (5/7/2021), anak-anaknya baru sadar kalau Marsiti koma.

Mereka pun panik dan mencoba mencari bantuan. Setelah melaporkan kejadian ini kepada RT setempat Marsiti pun langsung ditangani. Ambulans pun datang untuk membawa ibu enam anak ini ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis.

Dalam perjalanan, anak kelima Marsiti, Herianto yang menemaninya bersama dengan warga lain. Gundah-gulana menghantui perasaan Harianto selama perjalanan. Betapa tidak ? Marsiti merupakan orang tua satunya setelah ayahnya wafat pada 2017 silam.

“Deg-degan saya. Ibu sekarat, koma. Di ambulans saya berdoa saja. Mudah-mudahan bisa ketolong,” ujar Herianto kepada Satelit News di rumahnya, Minggu, (11/7/2021).

Satu per satu rumah sakit mereka sambangi. Namun, tak membuahkan hasil. Dari 8 rumah sakit tak satupun yang bersedia menangani Marsiti. Bukan tanpa sebab, rumah sakit tersebut tak dapat menangani Marsiti lantaran ketersediaan tempat tidur pasien atau Bed Occupancy Rate (BOR) penuh.

Baca Juga: Gedong Tinggi Ciledug Dibongkar, Pemkot Tangerang Kaji Sisa Bangunan untuk Rekonstruksi

“Di Kota Tangerang RSUD Kota, Rumah Sakit Annisa, Rumah Sakit Dinda, RSU Kabupaten Tangerang, EMC, Sitanala terus sisanya saya lupa. Pokoknya penuh semuanya,” kata Herianto.

Di RSUD Kota Tangerang ibunya tidak dapat ditangani lantaran di sana hanya melayani pasien Covid-19. Herianto mengaku pihak rumah sakit sempat memintanya untuk melakukan swab tes di Puskesmas terdekat. Namun dia menolak lantaran ibundanya sudah dinyatakan negatif Covid-19 saat sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Sari Asih Ar-Rahmah.

BeritaTerbaru

28 Tim Sepakbola Kecamatan Berebut Piala Bupati Tangerang

Sabtu, 5 Sep 2026 20:04 WIB

Bobol Gawang PSIM Lebih Dulu, Persita Harus Puas Bawa Satu Poin

Sabtu, 5 Sep 2026 19:54 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau Hasilkan Lava Air Mancur

Erupsi Gunung Anak Krakatau Hasilkan Lava Air Mancur

Sabtu, 5 Sep 2026 08:42 WIB
80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti

80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti

Sabtu, 5 Sep 2026 08:04 WIB

“Kalau memang ibu mau masuk harus minta surat izin Puskesmas minta surat pengantar, masuk rumah sakit itu dinyatakan Covid-19. Ada pernyataan itu beneran harus dinyatakan Covid-19. Saya nolaklah sebagai anaknya. mendingan saya pulang,” ungkapnya.

Akhirnya, rombongan ambulans pun membawa pulang kembali Marsiti ke rumahnya dalam keadaan koma. Marsiti pun kembali dibaringkan di tempat tidurnya.

“Dibawa pulang juga tetap saja sama koma,” imbuhnya Herianto.

Marsiti pun dirawat seadanya tanpa penanganan medis. Kata Harianto, ibunya sempat ingin diberikan oksigen dari Rumah Sakit Dinda. Namun dokter enggan mengambil resiko karena keadaannya yang sudah parah.

Baca Juga: Pemkot Tangerang Gelar Renungan Suci HUT ke-81 RI

“Takut paru-parunya banjir. Karena kan Rumah Sakit Dinda sempet lihat hasil rontgen. Jadi harus ada penanganan khusus nggak bisa sembarang dipasang oksigen,” katanya.

Dua hari setelah kejadian itu Rabu, (7/7/2021) Marsiti pun menghembuskan nafas terakhirnya. Isak tangis kata Herianto saat itu pun pecah. Ibu yang mereka cintai meninggal tanpa sempat mendapat penanganan medis di rumah sakit.

Diketahui, Marsiti menderita komplikasi. Dia memiliki berbagai macam penyakit diantaranya asma, jantung, paru-paru, pendarahan di lambung dan kepala.

“Ibu mah komplikasi ya. yang parah sih asma, lambung pendarahan, di kepala ada luka. Paru-paru ada, jantung ada,” ungkap Harianto.

Sebelumnya, Marsiti sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Sari Asih Ar-Rahmah 10 hari lantaran penyakit tersebut. “3 hari di ruang biasa, terus dipindahkan ke ICU selama 4 hari. Terus dipindahin lagi ke sebelahnya (kamar biasa) total 10 hari,” imbuh Harianto.

Keadaan Marsiti kala itu pun membaik namun masih harus rawat jalan. Bolak balik Marsiti ke Rumah Sakit Sari Asih Ar-Rahmah selama sepekan hingga kedapatan koma di tempat tidur rumahnya.

Kendati demikian, Herianto beserta keluarga mengaku ikhlas. Menurut dia ini merupakan takdir yang tidak dapat dihindarkan.

“Ya saya masalah umur Allah yang ngatur kalau masalah itu saya ikhlas,” tuturnya.

Namun begitu, dia tetap kecewa dengan pelayanan rumah sakit di Kota Tangerang yang minim. Seharusnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dapat membagikan fokusnya. Fokus untuk penanganan Covid-19 namun tidak juga mengesampingkan pasien umum.

“Kan istilahnya saya bawa ibu sudah nggak berdaya, semua dokter yang saya kasih lihat ditolak. Harapannya dimohonkanlah jangan ada begini lagi. Kan manusia juga pengen diurusin, dapet layanan lebih baik. Dari pada kita (perawatan) dirumah,” katanya. (irfan/gatot)

Tags: pemkot tangerangpenanganan covid-19penanganan medisRSUD Kota Tangerangsurat pengantartempat tidur pasien penuh
Share5TweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
Headline

Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki

Sabtu, 5 Sep 2026 07:57 WIB
PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Dalam Kondisi Terbaik
Bola & Sport

PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Dalam Kondisi Terbaik

Sabtu, 5 Sep 2026 07:43 WIB
Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama
Headline

Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama

Sabtu, 5 Sep 2026 07:32 WIB
Layanan SIM Keliling Tangsel Jumat 3 Juli 2026, Cek Lokasinya
Kota Tangsel

Layanan SIM Keliling Tangerang Selatan Sabtu 5 September 2026, Cek di Sini Jadwalnya

Sabtu, 5 Sep 2026 07:21 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 1 September, Cek Lokasinya
Kota Tangerang

SIM Keliling Kota Tangerang Sabtu 5 September, Ada di Dua Lokasi

Sabtu, 5 Sep 2026 07:19 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya
Kota Tangsel

SIM Keliling Jakarta Sabtu 5 September, Cek di Sini Lokasinya

Sabtu, 5 Sep 2026 07:18 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Layanan SIM Keliling Tangsel Jumat 3 Juli 2026, Cek Lokasinya

SIM Keliling Tangerang Selatan Kamis 3 September 2026, Cek Jadwal & Lokasinya

Kamis, 3 Sep 2026 07:49 WIB
PT PWI 6 Hengkang, Wabup Lebak Sentil Pengganggu Investasi

PT PWI 6 Bakal Cabut dari Lebak, Nasib Buruh Jadi Sorotan

Jumat, 4 Sep 2026 14:36 WIB
Ambil Motor yang Tertinggal di Cikupa, Anggota Gangster Ditangkap Warga

Ambil Motor yang Tertinggal di Cikupa, Anggota Gangster Ditangkap Warga

Jumat, 4 Sep 2026 07:44 WIB
TIDAK LAYAK : Salah satu rumah warga di Kabupaten Pandeglang, dalam kondisi tidak layak huni. (ISTIMEWA)

Anggota DPRD Banten Desak Gubernur Evaluasi Kinerja Pegawai DPRKP

Senin, 31 Agu 2026 15:21 WIB
Pasal Penghinaan Terhadap Pemerintah Dihapus dalam KUHP

Pasal Penghinaan Terhadap Pemerintah Dihapus dalam KUHP

Minggu, 30 Agu 2026 14:01 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.