SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah menanggapi adanya laporan masyarakat terkait pasien non Covid-19 yang tak mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit lantaran penuh. Arief menegaskan Pemkot Tangerang sedang berupaya keras menambah kapasitas rumah sakit sehingga pasien non Covid-19 dapat kembali terlayani.
Wali Kota menyatakan, kapasitas rumah sakit di Kota Tangerang saat ini penuh. Kondisi serupa juga terjadi dengan rumah isolasi terkonsentrasi (RIT) yang dikelola Pemkot Tangerang.
Menurut Wali Kota, penuhnya RIT berdampak terhadap tingkat keterisian rumah sakit. Pasien Covid-19 yang mengalami gejala ringan hingga sedang harus dirawat di rumah sakit karena tak dapat dirawat di RIT.
“Tingkat hunian penuh sudah 92 persen kapasitasnya terisi. RIT juga sama (penuh). Makanya sekarang kita lagi kejar yang untuk penambahan RIT di SMPN 30,” ujar Wali Kota di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin, (12/7/2021).
Pemkot Tangerang juga meminta kepada masyarakat yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan melakukan isolasi mandiri di rumah-masing. Nantinya, warga yang melakukan isolasi mandiri akan difasilitasi oleh Pemerintah. Mereka akan diberikan jaminan kesehatan dan terus dipantau.
“Ada rencana pemberian obat oleh TNI atas instruksi presiden. Nanti kita akan melakukan pendataan bagi warga yang isolasi mandiri,” katanya.
Baca Juga: DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK
Atas kejadian tersebut Arief juga meminta warga untuk bersabar menghadapi cobaan ini. Pasalnya, Pemkot Tangerang juga kewalahan dalam mempercepat penanganan Pandemi Covid-19. Apalagi, sudah banyak petugas Satgas dan juga tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.
“Ya makanya sekarang terus berupaya. Kan sekarang rumah sakit kapasitas sudah ditambah. Bahkan Kota Tangerang fasilitas sudah paling banyak se-Banten,” kata Arief.
Menurut Arief, total tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19 di Banten terdapat sekitar 7.000. Sedangkan 2.000 diantaranya terdapat di Kota Tangerang.
“Hampir 25 persen, itu di Kota Tangerang semua. RIT juga paling banyak,” imbuhnya.
Berbagai upaya kata Arief untuk memfasilitasi kesehatan warga Kota Tangerang terus dilakukan di tengah Pandemi Covid-19 ini. Mulai dari penambahan tempat tidur untuk pasien Covid-19 hingga merubah Puskesmas menjadi Instalasi Gawat Darurat.
“Bahkan kalau ada tenaga kesehatan di Puskesmas yang terpapar di Kota Tangerang Puskesmas tetap dibuka,” kata Arief.
Baca Juga: Anggaran dan Kuota Program Umrah 2026 Melonjak, DPRD Kota Tangerang Buka Opsi Panggil OPD
Arief mengatakan total tempat tidur untuk perawatan pasien di Rumah Sakit di Kota Tangerang sebanyak 3.700-an. Sebanyak 1.900 diantaranya diperuntukkan bagi pasien Covid-19. Sementara, Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai 91,6 persen.
Sebelumnya diberitakan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Saiful Milah mendapatkan tujuh laporan warga yang menderita penyakit non Covid-19 tak tertangani di rumah sakit. Semua laporan tersebut merupakan warga yang meninggal dunia.
Diantaranya satu orang karyawan PT KMK Global Sports, 1 Warga Kelurahan Periuk, 1 warga Sangiang Jaya, 1 warga Jatiuwung dan 1 warga Kebon Cau. Dan laporan terbaru warga Kelurahan Manis Jaya, Kecamatan Jatiuwung yang meninggal dunia pada Minggu, (11/7/2021).
“Saya dalam seminggu kemarin itu 6 orang benar-benar kita sampai yang dia orang kita yang bawa. Rumah sakit penuh, penuh, penuh meninggal di rumah. Penuh, penuh meninggal di rumah. Dan yang baru ini warga Manis Jaya,” ungkapnya, Minggu (11/7/2021).
Saiful mengatakan kasus Covid-19 saat ini memang mengalami lonjakan. Namun, dia meminta Pemkot Tangerang harus membagi konsentrasi mereka terhadap pelayanan kesehatan. Tidak melulu fokus dalam percepatan penanganan Pandemi Covid-19 namun mengesampingkan pasien umum.
“Karena dengan jumlah penduduk dua juta lebih, orang yang dalam kondisi hari ini kesulitan ekonomi dan kesulitan hal-hal lain dalam kebutuhan sehari-hari banyak yang berefek pada mental yang jatuh sehingga banyak juga yang jatuh sakit. Nah saya berharap konsentrasinya dibagi,” katanya. (irfan/gatot)
























