SATELITNEWS.ID, SERANG— Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Serang, Agus Sukmayadi menemukan tiga kasus kematian mendadak akibat terpapar Covid-19 yang terjadi di Kecamatan Kramatwatu. Hal itu terjadi karena sulitnya merujuk pasien ke rumah sakit.
“Di Kramatwatu ada tiga kasus kematian mendadak, penyebabnya adalah kekurangan rumah sakit. Kami sulit sekali melakukan rujukan baik ke RSDP atau Cilegon,” kata Agus saat menghadiri kerjasama pinjam pakai gedung rumah dinas Sekda Kab. Serang oleh RS Kencana, Rabu (21/7).
Oleh karena itu ia memohon kepada RS Kencana untuk memberikan kuota rujukan pasien bagi warga Kab. Serang. Sebab BOR di RSDP sangat tinggi.
“Nanti kami merujuk untuk warga Kab. Serang kami mohon untuk ada kuota. Mohon diterima. Karena BOR RS Drajat Prawiranegara sangat tinggi,” tuturnya.
Kabupaten Serang saat ini masuk zona merah penyebaran Covid-19. Hingga Rabu (21/7/2021), kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 3.612, sembuh sebanyak 3.432 orang, meninggal dunia 104 orang.
Sebanyak 65 orang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Kabupaten Serang tidak memiliki RS Darurat namun mempunyai 11 rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid-19.
Secara keseluruhan, tercatat 11.063 orang melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19. Sebanyak 444 orang melakukan isolasi mandiri, 9.511 sudah selesai pemantauan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Serang juga mencatat, dalam dua pekan terakhir, sebanyak 50 meninggal dunia akibat Covid-19. Sementara 1.500 orang dinyatakan positif. (sidik)