SATELITNEWS.ID, SERANG – Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa, mengajak tokoh ulama untuk rembug bersama menanggulangi Covid-19, dengan memberikan edukasi, sosialisasi dan pencerahan kepada masyarakat.
Karena, saat ini masyarakat masih ada yang tidak percaya Covid-19. Sehingga, abai terhadap disiplin protokol kesehatan (Prokes).
“Kami mengundang para tokoh ulama, ingin mengajak dan meminta tolong bantu kami. Covid-19 ada di sekeliling kita, disekitar kita. Mari bersama – sama memberikan edukasi, sosialisasi, memberikan pencerahan kepada masyarakat, agar memahami cara penanggulangan Covid-19,” kata Pandji, saat rapat koordinasi Ulama Umaro Kabupaten Serang penanganan Covid-19, Kamis (29/7/2021).
Menurut Pandji, kalau persoalan Covid-19 dijelaskan oleh lurah dan tim Nakes Puskesmas, masyarakat akan susah untuk mengerti.
Padahal Covid-19 itu nyata, dan sangat berbahaya, serta belum ketemu obatnya sampai sekarang.
“Virus itu sebetulnya mahluk lemah, virus itu tidak berbahaya kalau kita ngerti bagaimana menghadapinya. Tapi dia akan hidup dan berbahaya, kalau nempel di mahluk hidup, dia akan hidup dan menyerang,” ujarnya.
Baca Juga: Tahun 2027, Pemkab Serang Gelar Pilkades Serentak di 191 Desa
Pandji menuturkan, selain semakin menggilanya kasus paparan Covid-19, saat ini yang menjadi masalah juga maraknya berita bohong (hoax). Hal itu kata dia, yang menyebabkan masyarakat tidak percaya Covid-19.
“Makanya saya mengajak para alim ulama untuk melawan, kita harus menang dan bagaimana menanggulanginya. Yang jadi masalah, ketika Covid-19 semakin menggila, itu yang namanya berita bohong sama gencarnya dengan Covid-19. Hoax merajalela, ada yang bilang Covid-19 bohong, dan sampai sekarang tidak percaya Covid,-19” tuturnya.
Selain itu, kata Pandji, ada juga yang mengatakan jangan mau divaksin. Karena katanya vaksin itu mematikan.
“Itu salah satu hoax yang merajalela,” tandasnya. (sidik/mardiana)
























