SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Wali kota Tangerang Arief R Wismansyah mengingatkan bahwa siswa berusia 12-17 tahun yang belum divaksin Covid-19 tidak akan diizinkan mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) bila kelak sekolah sudah diperbolehkan belajar secara luring. Kalau pun memang tidak diperbolehkan divaksin, harus disertai penjelasan dari dokter.
“Kalau belum menerima vaksin tentunya harus ada alasannya, harus ada dokter yang menjelaskan. Tapi kalau nanti ada pembelajaran tatap muka dan dia belum divaksin, maka siswa belum diizinkan ikut (pembelajaran) tatap muka,” terang wali kota usai meninjau vaksinasi pelajar di MTS Negeri 3 Kota Tangerang, di Jalan Adi Sucipto RT.001/RW.008, Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Selasa (03/08/2021).
Arief juga mengungkapkan, saat ini vaksinasi di Kota Tangerang sudah di angka 619.436 untuk dosis 1 dan 297.971 untuk dosis 2. “Mudah – mudahan masyarakat bisa melakukan vaksinasi untuk memutus atau mencegah penyebaran Covid-19. Karena berdasarkan data, vaksinasi bisa menurunkan angka kematian, dari data yang kita lihat angka kematian yang sudah divaksin hanya 3 persen sisanya meninggal akibat Covid-19 belum melakukan vaksinasi,” ungkap Arief.
“Jadi vaksinasi ini memang untuk mencegah dan menurunkan kematian akibat Covid-19,” tambahnya.
Selain itu, Arief juga mengimbau kepada orang tua murid untuk bisa mengikuti program vaksinasi agar menjadi keluarga sehat dan kuat guna memutus rantai penyebaran Covid-19. “Banyak kejadian anak – anaknya main keluar rumah, pulang ke rumah membawa virus dan menularkan keanggota keluarga lainnya, jadi untuk mencegah itu salah satunya dengan mengikuti program vaksinasi,” ucapnya. (made)