SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Video 3 orang wisatawan nyemplung ke laut, saat melintas di dermaga Cidaon kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, viral di media sosial (Mendos) instagram.
Pantauan satelitnews.id, viralnya video itu bermula saat diupload dari akun unjungkulon.info, lalu di-repost oleh akun infopandeglang, info.banten, dan pandeglangeksis.
Namun dalam postingan itu, tak menuliskan waktu kejadiannya. Keempat akun medsos itu hanya menjelaskan, kejadian saat ambruknya dermaga Cidaon, 3 pengunjung jatuh kebawah dermaga @btn_ujungkulon.
Tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp 20 jutaan (handphone, kamera, dll).
Hal ini terjadi, tentu karena kelalaian dan ketidaksiapan pengelola ODTWA, dan tidak ada papan informasi/himbauan agar melangkah dengan hati – hati.
Tulis keempat akun itu, dalam caption video yang diunggahnya.
Baca Juga: Ini Penjelasan Kepala Balai TNUK Pandeglang Soal Tragedi Dermaga Cidaon
Akan tetapi, saat dipantau lagi, akun ujungkulon.info telah menghapus video tersebut, dan hanya menyisakan postingan lainnya yang mennjukan foto kondisi dermaga itu rusak.
Info yang berhasil dihimpun satelitnews.id, kejadian itu terjadi seminggu lalu. Dan dermaga Cidaon yang berada di kawasan Ujung Kulon itu, dermaga tempat bersandar kapal, saat pengunjung menjelajahi kawasan TNUK.
Dermaga itu juga, dermaga yang paling sering dikunjungi wisatawan saat melakukan kegiatan pengamatan hewan liar, yang berada di kawasan TNUK.
Dalam kolom komentar di akun infopandeglang, salah satu pengguna instagram dengan nama akun itohyanadia mengomentari, “kalau ngerasa dermaganya rusak, kenapa terus dipakai aja. Harusnya kasih masukan dong sama yang ngurus disitunya, jangan bisanya y cari untung sendiri aja !!!!!,” tulisnya.
Akun lainnya, asepsetiawan01 mengomentari status video itu, “Dikeruk duitna doang sih. Pembangunan mah eweuh. Kamana boa duit tiket masuk wisatawan lumpatna. (Dikeruk uangnya saja sih. Pembangunannya tidak ada. Entah kemana uang tiket masuk wisatawan larinya),” tulisnya menggunakan bahasa sunda.
Begitu juga akun bernama dhikarf1402, langsung menandai akun Bupati Pandeglang @irnadimyati dengan menulisakan “Assalamualikum @irnadimyati, punten (maaf) bu harap langsung ditindaklanjuti,” tulisnya.
Baca Juga: Finalis Kang Nong Kabupaten Serang Visitasi Objek Wisata di Anyer – Cinangka
Karena ditandai itulah, Bupati Irna melalui akunnya langsung membalasnya dengan menuliskan “Ini kewenangannya Kementerian LHK, ada Balai Taman Nasional Ujung Kulon di bawahnya yang bertanggungjawab atas seluruh fasilitas dan keanekaragaman hayati di dalamnya. Semoga segera diperbaiki oleh Balai TNUK,” ujarnya, membalas komentar akun dhikarf1402.
Sampai berita ini diterbitkan, satelitnews.id masih berupaya mengkonfirmasi pihak Balai TNUK di Pandeglang. (nipal)

















