SATELITNEWS.ID,SERANG—KONI Banten harus melakukan persiapan ekstra untuk memberangkatkan kontingen ke PON XX Papua yang berkekuatan 383 personel, Mereka terdiri dari 255 atlet dan 128 pelatih, manajer dan ofisial.
Apalagi proses keberangkatan kali ini juga diiringi tahapan pelayanan kesehatan terkait pandemi Covid-19 dan malaria sebelum berangkat ke Bumi Cendrawasih. Hal inilah yang semakin intens dilakukan oleh induk organisasi olahraga di Banten ini sejak awal bulan September. Pasalnya, ada beberapa cabor olahraga yang menggelar pertandingan sebelum pelaksanaan pembukaan PON pada tanggal 2 Oktober 2021.
“Kami harus memastikan semua keberangkatan atlet dan ofisial tim sesuai dengan jadwal yang telah kami siapkan karena semua jadwal keberangkatan ditetapkan H min 3 sebelum pertandingan. Kami juga memastikan peralatan atlet yang akan dipakai bertanding tiba sebelumnya,” ungkap Rumiah Kartoredjo, Ketua Umum KONI Banten.
Selain mengatur penjadwalan keberangkatan, Rumiah menyatakan pihaknya juga mematangkan persiapan terkait penerapan pelayanan kesehatan buat kontingen yang akan berangkat ke Papua. Dimana untuk bisa berangkat ke Papua atlet selain harus sudah mendapatkan vaksin kedua juga wajib menjalani PCR dua hari sebelum keberangkatan.
“Sekarang ini semua atlet dan ofisial tim Banten tercatat hampir semua telah menjalani vaksin Covid-19 yang kedua. Hanya beberapa yang belum, namun dipastikan jelang keberangkatan pertama semua sudah di vaksin,” ungkap mantan Kapolda Banten itu.
Chef de Mission (CdM) atau kepala rombongan Provinsi Banten Agus Rasyid memastikan proses keberangkatan kontingen Banten tinggal pada pelaksanaan saja. Diungkap pria yang juga perwira polisi di Banten tersebut saat ini ada beberapa cabor berangkat lebih awal dari jadwal yang ditetapkan KONI Banten untuk melakukan adaptasi kondisi cuaca di Papua.
“Dari catatan yang ada kontingen Banten yang pertama berangkat adalah terbang layang. Mereka berangkat dan tiba lebih awal ke Papua pada 9 September dari pertandingan yang akan digelar mulai 23 September,” ungkap Agus.
Untuk permintaan berangkat lebih awal dikatakan Agus diusahakan oleh KONI dapat dilakukan. Namun demikian untuk akomodasi selama Papua hingga H-3 pertandingan ditanggung oleh masing-masing cabang mengingat sejauh ini kuota akomodasi di Papua dari PB PON sangat terbatas.
“Tapi yang jelas kami berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memenuhi keinginan cabor yang ingin terbang lebih dulu,” ucapnya. (gatot)