SATELITNEWS.ID, LEBAK—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak akan segera membangun rumah tahan gempa. Rumah berkonstruksi dari baja tersebut bakal dibangun di samping kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan nilai anggaran mencapai Rp 575 juta yang bersumber Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).
Pembangunan rumah tahan gempa akan dibangun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan tujuan untuk evakuasi korban gempa di wilayah Kabupaten Lebak. Rumah tahan gempa yang difokuskan di wilayah kota tersebut, BPBD akan terima kunci. Artinya segala sesuai dikerjakan oleh BRIN.
“Kami di sini tujuannya ingin membuat prototipe bangunan tahan gempa dua lantai. Bangunan ini digunakan untuk mitigasi bencana di wilayah Lebak. Selanjutnya bangunan akan dibangun selama dua setengah bulan. Jadi konstruksi utamanya dari baja,” kata Perwakilan BRIN Fian Maranta kepada wartawan di BPBD.
Rumah tahan gempa ini, kata Fian ke depanya akan difungsikan untuk masyarakat di wilayah Kabupaten Lebak yang terdampak bencana alam. “Dengan adanya prototipe ini, semoga bisa digunakan untuk masyarakat. Terutama, agar bisa dijadikan contoh bagaimana rumah tahan gempa sesuai kaidah,” katanya.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan selain sebagai bangunan bagi pengungsi korban gempa rumah ini akan dijadikan contoh untuk ke depannya jika berencana membangun rumah tahan gempa. “Luas bangunan sekitar 105 meter persegi ini bisa memberikan manfaat mitigasi bencana. Teknologinya kita akan duplikasi, sehingga jika ada pembangunan rumah tahan gempa lagi yang didanai daerah, bisa menggunakan teknologi ini,” pungkasnya.(mulyana/made)
























