SATELITNEWS.ID, BANDARA—Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memantau pemeriksaan penumpang pesawat di di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (11/3). Pemeriksaan tersebut merupakan antisipasi yang dilakukan untuk mencegah mewabahnya virus corona.
Pantauan di lapangan, Erick Thohir beserta rombongan tak mengenakan masker ketika tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pukul 09.00 WIB dengan mengenakan kemeja putih dan jaket hitam. Mereka didampingi Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin dan jajaran dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
Kedatangan Menteri BUMN langsung disambut oleh Wamen BUMN Kartika usai memasuki Terminal 3 Bandara Soetta. Setibanya di Terminal 3, Erick langsung diperiksa suhunya oleh petugas bandara.
Setelahnya Erick langsung mengecek kesiapan pemindai suhu atau thermal scanner di area terminal tersebut. Dia juga menyambangi sebuah booth milik AP II kemudian mendengarkan penjelasan dari Dirut AP II terkait pengawasan lalu lintas penerbangan dan antisipasi wabah corona di Bandara Soetta.
Kemudian meninjau area keberangkatan. Erick juga menyambangi area kedatangan di Terminal 3 Bandara Soetta. Di area kedatangan internasional, Erick juga mengecek sosialisasi tentang bahaya corona. Kemudian thermal scanner di pos kedatangan serta perlengkapan kesehatan dan alat pelindung diri di Kantor Kesehatan Pelabuhan.
Dalam kunjungannya Erick memeriksa ruangan karantina kesehatan di bandara. Terdapat peralatan kapsul evakuasi untuk membawa penumpang yang diduga terinfeksi virus corona. Semua petugas yang bekerja di bagian ini mengenakan Alat Pelindung Diri (APD).
Baca Juga: Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
“Saya rasa kita sudah rapat di Kementerian BUMN mengenai virus corona itu dari 2-3 minggu yang lalu. Intinya kami dari Kementerian BUMN dan seluruh kementerian yang jadi rekan kerja, Kemenkes, TNI, Polri, Perhubungan kita coba sinkronisasi,” ujar Erick Rabu (11/3).
Menurutnya, tidak ada perubahan yang signifikan dalam pemeriksaan di Bandara Soekarno-Hatta seperti yang biasanya dilakukan sebelum virus mewabah. Namun, pengawasan dan pencegahan lebih ditingkatkan agar tidak ada penyebaran virus corona.
“Alhamdulillah tidak sebesar SARS tapi bukan berarti kita menganggap remeh. Tingkatkan kewaspadaan,” imbau Erick
Dalam kunjungannya ke Bandara, dengan percaya diri dia dan juga Wakilnya Kartika Wirjoatmodjo enggan menggunakan masker. Hal ini mereka lakukan sebagai bentuk tindak disiplin terhadap imbauan Pemerintah Indonesia untuk tidak memakai masker bagi masyarakat yang sehat.
“Bukannya saya mau gaya-gayaan tidak mengenakan masker. Saya berada di sini cuma sejam, kecuali dirut AP II dan petugas bandara yang 24 jam berada di sini sehingga risiko tertular lorona itu pasti ada,” katanya.
Saai ini jajarannya terus berkoordinasi dengan kementerian dan instansi terkait untuk mengoptimalkan pemantauan dan penjagaan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Sama seperti Asian Games, kita coba mensinkronisasi seluruh instansi terkait, bekerja sama agar kalau penumpang sampai, flow-nya bagaimana,” kata mantan CEO Inter Milan ini.
Baca Juga: SIM Keliling Kota Tangerang Sabtu 5 September, Ada di Dua Lokasi
Menurutnya, Pemerintah mengedepankan upaya pencegahan penyebaran virus Corona bukan membuat panik masyarakat termasuk dalam hal penanganan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
“Kita ingin pastikan mereka kita jaga kesehatannya kita enggak mau buat panik, tapi kalau memang mereka ada indikasi ya kita segera bantu bukan tindak, karena itu flow-nya dari mulai masuk bahkan kedatangan semua kita coba minimize risiko,” ujar Erick.
Dia memastikan pelayanan khususnya di Bandara Soekarno-Hatta terkait pencegahan Covid-19 terus optimal sesuai dengan standar yang berlaku. Terpenting alat yang telah disiapkan memiliki standar.
“Kita harus siap dan memastikan layanan kita kepada rakyat itu bisa semaksimal mungkin, tentu menjaga daripada agar tidak terus menyebar atau minimalisasi penyebaran,” jelasnya. (irfan/gatot)
























