Selama 37 tahun Sudarmi bergelut di dunia pendidikan. Dimulai dari menjadi guru olahraga pada 1984, wanita kelahiran Karang Anyar Jawa Tengah, 10 Januari 1964 itu kini menjadi Kepala Sekolah Dasar Negeri Pasar Lama 1, Tangerang. Di ujung masa baktinya, dia berharap para penerusnya dapat membawa perubahan lebih baik.
MAYA SAHURINA, Tangerang
Karir Sudarmi berawal dari menjadi guru olahraga selama tiga tahun di SDN Tangerang 3. Setelah itu, dia dipindahkan ke SDN Tangerang 6. Lantas bertugas di SDN Sukasari 4 kemudian berlanjut ke SDN Tangerang 12. Pada akhirnya, dia berlabuh di SDN Pasar Lama 1 Kota Tangerang. Sudarmi menjadi Kepala SDN Pasar Lama 1 sejak tahun 2015.
“Saya memang sejak kecil cita-citanya jadi guru dan alhamdulillah tercapai sampai akhirnya sekarang udah mau pensiun,”ungkap Sudarmi, Rabu (27/10).
Wanita berusia 57 tahun itu mengatakan, dunia pendidikan tidak asing baginya dan keluarganya. Sebagian anggota keluarganya berkecimpung di dunia yang sama. Mulai dari kakak hingga anaknya.
“Kakak-kakak saya guru, anak saya juga guru. Ada yang jadi kepala sekolah. Memang lebih banyak di dunia pendidikan,”ucapnya.
Dia memilih menjadi guru olahraga karena memang menyukai kegiatan olahraga. Sudarmi juga lebih menyukai kegiatan di lapangan.
Alumni Untirta itu mengaku banyak sekali perubahan dan tantangan saat beralih dari menjadi guru hingga kepala sekolah. Dia harus melakukan manajemen keluarga besar di sekolah.
“Kalau dulu kan hanya mengajar dan sekarang menjadi pemimpin. Itu harus menjadi suri teladan bagi anak didik dan pendidiknya,”jelasnya.
Ibu dari 2 anak itu mengatakan saat menjabat kepala sekolah maupun guru tentunya selalu ada masalah. Menurutnya, setiap perjalanan hidup tak lepas dari problematika. Namun, hal itu dapat dilalui jika dihadapi dengan baik.
Selama ia menjabat di SDN Pasar Lama 1 Kota Tangerang, dia mencatat beberapa prestasi. Diantaranya menjadi Kepsek berpartisipasi tingkat kecamatan. Kemudian membawa sekolahnya menjadi sekolah adiwiyata tingkat nasional. Menurut Sudarmi, persiapan yang baik adalah kunci mendapatkan prestasi di dalam perlombaan.
Menjelang masa pensiunnya, dirinya hanya mempersiapkan tingkat estafet untuk masa mendatang. Ia berharap agar ke depan sekolah yang dipimpinnya sekarang menjadi lebih baik.
“Saya berharap yang menggantikan saya nanti bisa membawa perubahan yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (gatot)