SATELITNEWS.ID, SERANG–Sanggar Ubrug Giri Muda dari Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, menyelenggarakan Festival Seni Ubrug Banten.
Hal itu bertujuan, untuk mempertahankan, melestarikan dan mengembangkan Seni Ubrug sampai tingkat nasional, serta memunculkan regenerasi yang terus menerus.
Pengurus Sanggar Ubrug Giri Muda, Giri Mustika Roemana mengatakan, di kisaran tahun 2015 silam grup Ubrug Giri Muda ini aktif manggung dari panggung hajatan ke panggung lainnya. Bahkan, pernah mewakili Banten ke acara Pekan Teater Nasional, di Samarinda, Kalimantan Timur, yang diselenggarapan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia tahun 2019.
Oleh karena itu katanya, dalam upaya mempertahankan dan mengembangkan Seni Ubrug secara nasional, serta memunculkan regenerasi yang terus menerus. Pihaknya melaksanakan Festival, dan juga sebelumnya telah dlaksanakan kegiatan Workshop Nandong dalam Seni Pertunjukan Ubrug.
“Dari 9 peserta, ada 6 peserta yang terpilih, terdiri dari Ubrug Gentra Budaya Sobang, Ubrug Cilegon, Wongkene Grup Ubrug, Ubrug Ciwaru Kota Serang, Ubrug Tunas Muda dan Grup Komara Paraguna,” tuturnya, Sabtu (6/11/2021).
Dalam festival tersebut tambahnya, tidak dipilih juara satu sampai tiga. Menurutnya, pihaknya hanya memilih beberapa ubrug untuk mendapat pembinaan.
Baca Juga: Sejumlah Sekolah Dasar di Kabupaten Serang Sepi Peminat, Dindikbud Turun Tangan
“Kriteria penilainnya lebih kepada kemasan videografi, pertunjukan ubrug dan ciri khas ubrug itu sendiri, ada nandongnya. Festival ini dilakukan secara daring, masing-masing peserta membuat video di rumahnya, lalu video itu dikirim ke panitia untuk diamati oleh para pengamat,” tuturnya.
Para pengamat yang terlibat langsung dalam kegiatan ini, antara lain, Kabid Kebudayaan Dindikbud Kabupaten Serang, Beni Kusnandar, Ketua Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP Untirta, Suhaya dan Hermana HMT Ketua DKC Cimahi Jawa Barat atau Seniman Teater Tradisional/Wartawan.
Giri juga mengungkapkan, para peserta yang terpilih mendapat piala, sertifikat dan uang pembinaan masing-masing grup Rp 7 juta. “Harapannya, kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan,” tandasnya.
Tema yang diangkat pada kegiatan ini tambahnya, adalah, proses upaya pemajuan Seni Ubrug Banten dalam konteks kekinian. Ia berharap, dengan mengangkat spirit tema ini mampu memberikan serangan balik pada perkembangan jaman yang semakin pesat dan canggih.
“Melalui kegiatan ini juga, semoga memberikan daya tarik bagi generasi muda, untuk mau mempelajari dan mengembangkan seni pertunjukan Ubrug jadi lebih luas, serta mencegah kepunahan,” imbuhnya. (sidik)
























