SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, menemukan fenomena sejumlah Sekolah Dasar (SD) sepi peminat, dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Hal itu, diduga karena banyak masyarakat yang lebih memilih untuk mendaftarkan anaknya di sekolah yang dianggap vaforit.
Kepala Bidang (Kabid) SD Dindikbud Kabupaten Serang, Abidin Nasyar Surya mengatakan, SPMB SD Kabupaten Serang saat ini sudah berjalan 99 persen pendaftarannya.
Bahkan, banyak sekolah yang sudah overload calon murid yang mendaftar, khususnya pada sekolah yang dianggap favorit diantaranya SD di Kecamatan Kramatwatu dan Kecamatan Cikande.
“Alhamdulillah, sampai saat ini SPMB SD berjalan lancar, terdapat peningkatan atau jumlah untuk pendaftarannya, yang berarti usia sekolah juga ikut meningkat di Kabupaten Serang,” kata Abidin, Minggu (5/7/2026).
Namun disamping banyak sekolah yang overload, kata Abidin, ada sejumlah sekolah yang sepi peminat, terutama sekolah yang berlokasi di pinggiran atau jauh dari pemukiman warga. Diantaranya, di Kecamatan Baros yaitu, SD Taman Sari, sudah disiapkan dua lokal baru terpenuhi satu lokal.
Baca Juga: Kekeringan di Tangsel Meluas, 317 Kepala Keluarga dan Satu Sekolah Dasar Terdampak
“Ini menjadi perhatian kami, dan saat ini sedang melakukan upaya supaya kuota dari sekolah yang sepi peminat ini bisa terpenuhi,” ujarnya.
Abidin menuturkan, untuk jumlah sekolah yang masih kurang peminat, saat ini sedang dilakukan identifikasi, dan masih menunggu laporan dari 107 sekolah dasar negeri yang ada di Kabupaten Serang.
“Masih ada waktu pendaftarannya sampai tanggal 7 Juli nanti, kita akan lihat perkembangannya semoga saja terpenuhi semua. Karena kita sudah minta ke pengawas, untuk melaporkan perkembangan SPMB dari 107 sekolah itu harus melaporkan kepada kita, mana saja yang overload, dan belum memenuhi kuota,” ujarnya lagi.
Disinggung apakah ada perpanjangan atau tidak untuk pendaftaran SPMB SD, terhadap sekolah yang sepi peminat, kata Abidin, perlu dilihat nanti kondisinya kedepan apakah perlu ditambah waktu atau tidak.
“Kita lihat nanti, karena biasanya ada pelimpahan juga dari sekolah yang overload, dilimpahkan ke sekolah yang kurang diminati,” pungkasnya. (sidik)
























