SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Kekeringan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel mencatat sedikitnya 13 titik kekeringan tersebar di sejumlah wilayah sejak awal Juli hingga 10 Agustus 2026.
Sekretaris BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha, mengatakan data tersebut dihimpun berdasarkan surat permintaan bantuan air bersih yang masuk ke BPBD sejak 8 Juli 2026 hingga 10 Agustus 2026.
“Sudah ada 13 titik yang mengalami kekeringan, adapun sebarannya di 11 titik kelurahan Kranggan, satu titik di kelurahan Kademangan, kemudian satu titik di kelurahan Serpong,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (10/8/2026).
Dari 13 titik tersebut, kekeringan paling banyak terjadi di wilayah Kelurahan Kranggan dengan 11 titik. Sementara masing-masing satu titik berada di Kelurahan Kademangan dan Kelurahan Serpong. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan rumah tangga.
Salah satu sekolah dasar (SD) di wilayah Kademangan juga turut terdampak dan mengajukan permintaan pasokan air bersih. Essa menyebut terdapat 478 orang yang terdampak di sekolah tersebut, terdiri dari guru dan siswa.
“Iya perhari ini ada permintaan di Kademangan dengan jumlah terdampak 478 jumlah guru dan siswa,” katanya.
Baca Juga: Tangsel Otozone 2026 Resmi Dibuka, Ada Promo Mobil dan Diskon Pajak hingga 18 Oktober
Secara keseluruhan, BPBD mencatat sebanyak 317 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan. Jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk, terdapat sekitar 1.674 jiwa yang mengalami dampak kekurangan air bersih.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD melakukan distribusi air bersih secara rutin ke lokasi-lokasi yang terdampak. Dalam sehari, petugas rata-rata mengirimkan air ke enam titik dengan volume sekitar 20 ribu hingga 30 ribu liter, menyesuaikan permintaan dan kebutuhan masyarakat.
Essa merinci, total air bersih yang telah disalurkan BPBD Tangsel mencapai 281.150 liter. Selain distribusi menggunakan armada tangki, BPBD juga menempatkan toren di sejumlah lokasi yang masuk dalam pemetaan titik kekeringan. Sebanyak 135 toren telah disebar untuk membantu masyarakat memperoleh cadangan air bersih.
“Adapun total yang sudah kita distribusi air bersih sampai hari ini sudah 281.150 liter,” sebutnya.
Toren tersebut memiliki kapasitas sekitar 2.000 liter dan ditempatkan berdasarkan kajian analisis risiko bencana serta kondisi di lapangan. Komandan Pleton Satuan Tugas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan, turut terlibat dalam penanganan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
Sementara, Komandan Pleton Satuan Tugas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan menyampaikan bahwa dengan bertambahnya titik kekeringan, BPBD terus memantau kebutuhan masyarakat dan menyesuaikan distribusi air berdasarkan permintaan yang masuk.
Baca Juga: Polisi Temukan Tempat Penyimpanan Miras di Lokasi Ledakan Pasar Cimanggis
“Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga, tetap terpenuhi di tengah kondisi kekurangan air bersih,” pungkasnya. (eko)

















