SATELITNEWS.ID, MAGELANG—Persita Tangerang masih bertahan di papan tengah klasemen sementara hingga BRI Liga 1 series 2 berakhir. Pendekar Cisadane berada di urutan delapan setelah berhasil mengalahkan Madura United FC 2-1 pada laga terakhir seri kedua di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Sabtu (6/11/2021).
Tambahan tiga angka membuat Persita mengantongi 16 poin dari 11 kali pertandingan. Pendekar mencatatkan empat kemenangan, empat kali imbang dan tiga kali kalah. Skuad Widodo Cahyono Putro berada satu strip di atas Persija Jakarta serta satu peringkat di bawah PSM Makassar.
Kemenangan atas Madura United FC tidak mudah untuk diraih. Persita yang tidak diperkuat dua pemain asing Adam Mitter dan Alex Goncalves bahkan harus kebobolan terlebih dahulu pada babak pertama. Dua gol Persita dicetak oleh striker Ahmad Nur Hardianto dan bek Herwin Tri Saputra. Kedua gol itu tercipta di babak kedua.
Persita langsung menggebrak sejak awal pertandingan. Namun justru Madura United FC yang berhasil mencetak gol lebih dulu. Sundulan Rafael Silfa di menit kelima menjebol gawang Dhika Bayangkara.
Ketinggalan satu gol, Persita masih kewalahan untuk menemukan pola terbaik permainannya. Beberapa kali justru gawang Persita kembali terancam. Persita pun berusaha membangun serangan sedikit demi sedikit. Kesempatan itupun muncul di menit ke-11, umpan dari Harrison ditujukan pada Kito yang menendang dengan kaki kiri. On target, namun masih terlalu lemah. Tak lama berselang,a da juga pencobaan gol dari Irsyad Maulana dengan kaki kiri, namun masih melebar.
Menit ke-17 ada gol yang tercipta oleh kaki Aldi Al Achya dengan tendangan tinggi yang apik usai menyambut umpan dari Edo. Namun sayang, wasit menganulir gol tersebut. Belum ada gol tercipta untuk Persita yang bisa mengubah keadaan.
Meski berkali-kali berupaya menyerang dan melahirkan peluang, namun belum ada gol yang tercipta hingga turun minum. Skor bertahan 1-0.
Persita melakukan sejumlah pergantian pemain pada awal babak kedua. Ade Jantra Lukmana dan Ahmad Nur Hardianto masuk menggantikan Chandra Waskito dan Taufiq Febriyanto. Ada juga Andre Agustiar yang masuk menggantikan Aldi. Pergantian ini tentu diharapkan bisa menaikkan daya gedor Persita di babak kedua.
Barulah di menit ke-47 titik terang menghampiri saat Ahmad Nur Hardianto menyontek bola dengan tenang setelah menerima umpan through pass. Kedudukan sama kuat, game on, skor berubah 1-1. Terbukti, pergantian pemain yang dilakukan Widodo Cahyono Putro cukup efektif untuk mematangkan serangan Persita.
Kedudukan berimbang, kedua tim terus jual beli serangan bergantian. Persita belum mengendorkan serangan demi asa meraih gol kedua. Madura juga terus berusaha mengempur pertahanan Persita dengan beberapa peluang.
Masuk menit ke-73, tempo permainan sangat tinggi dengan tampilan counter to counter dan menunjukkan agresivitas. Baik Madura maupun Persita masih terlihat imbang secara permainan dan kekuatan. Keduanya pun masih kesulitan untuk melakukan finisihing. Justru permainan banyak ditentukan dari kekuatan lini tengah.
Bertubi-tubi kedua tim saling melakukan serangan hingga sepuluh menit terakhir babak kedua. Persita pun melakukan pergantian pemain di lima menit terakhir waktu normal.
Herwin Tri Saputra masuk menggantikan Irsyad Maulana. Masuknya Herwin dimaksudkan untuk memperkuat lini pertahanan Persita di momen-momen krusial. Persita pun harus mempererat pertahanan karena gempuran Madura sangat luar biasa.
Menit ke-88 peluang emas untuk menambah gol nyaris terwujud saat Toha mengirimkan umpan mengarah ke Nur Hardianto. Namun sayang, Nur kurang cepat menyambut dan berhasil diblok pemain belakang Madura.
Tapi akhirnya gol yang dinantikan Persita hadir di menit ke-89. Berawal dari tendangan sudut yang dimenangkan Persita disambut dengan sundulan keras oleh Herwin Tri Saputra. Skor berubah 1-2 untuk keunggulan Persita.
Seusai pertandingan, Widodo Cahyono Putro bicara soal taktik umum di Persita bahwa siapapun di Persita bisa berpeluang mencetak gol, terlepas dari apapun posisi yang diemban sang pemain. “Pada prinsipnya di Persita itu bukan siapa yang mencetak gol tapi bagaimana tim ini harus bisa memenangkan pertandingan,” kata Widodo yang juga memuji kerja keras anak asuhnya meski kondisi lapangan dan cuaca tidak maksimal.
“Jadi itulah semangat dari para pemain untuk terus berjuang meskipun tadi udah ketinggalan. Saya paham karena lapangan habis diguyur hujan, sangat berat bagi para pemain. Tapi tanpa surut, terus pantang menyerah, akhirnya kita bisa memenangkan pertandingan sore ini. Terbukti Herwin meskipun dia di belakang ternyata dia bisa mencetak gol,” ungkap pelatih yang di tanggal 8 November nanti merayakan ulang tahunnya.
Ke depan, Widodo dan staff pelatih sudah mempersiapkan program jeda antar seri. Tapi tambahan skuad yang lengkap tentu diharapkan untuk bisa memaksimalkan perjuangan di lapangan. “Dan persiapan-persiapan ini terus kita evaluasi terus. Meskipun nanti mungkin di putaran seri berikutnya sudah diharapkan kayak Adam sudah bisa bergabung, kemungkinan Alex sudah bisa bergabung. Jadi kekuatan kita bisa tambah penuh lagi, tambah solid lagi,” ujarnya.
Widodo pun bersyukur, Persita mampu mencapai target di akhir Series Kedua ini dengan raihan 8 poin dan menjaga posisi di klasemen tengah. “Ya kami memang selalu bertahap ya. Di seri kedua ini kita sudah mencapai 8 poin, yang ditarget dicanangkan. Ternyata ini kita bisa mencapainya. Dan tetap fokus. Tetap terus berjuang untuk memperbaiki peringkat,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan pemain, Chandra Waskito yang di pertandingan ini perdana masuk ke starting eleven menyebut permainan tim sangat solid sehingga layak diganjar kemenangan. “Untuk pertandingan hari ini kita beramin solid dan kita bisa memanfaatkan peluang. Tentu saja jadi motivasi yang di putaran ketiga nanti kita bakal kerja lebih keras, lebih cerdas lagi untuk meraih kemenangan. Tetap semangat,” tutupnya. (gatot)