SATELITNEWS.ID, TANGSEL- Genangan air hujan dan luapan sungai sempat melanda sejumlah wilayah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) beberapa hari kemarin. Guna mengantisipasi kembali terjadi musibah tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat telah siagakan mesin pompa penyedot air untuk antisipasi cukup efektif minimalisir banjir saat intensitas curah hujan meningkat.
“Yang sudah ada di PU pompa listrik 27, pompa diesel 18,” ungkap Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, Senin (08/11/2021).
Dia menjelaskan, penyebab banjir dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengakibatkan debit aliran meningkat di daerah hulu. Ditambah lagi ada penyempitan dimensi saluran maupun sungai di daerah perbatasan baik DKI Jakarta maupun Kota Tangerang.
DPU Tangsel sedang melakukan normalisasi daerah aliran sungai sekitar perumahan warga yang rawan terendam banjir. Seperti di Pondok Maharta dan Kampung Bulak di Kecamatan Pondok Aren.
Kemudian di komplek Ciputat Baru Kecamatan Ciputat dan di Paku Jaya Kecamatan Serpong Utara. Pemerintah daerah telah koordinasi dengan Badan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane untuk membantu program normalisasi cegah banjir. “Perlu adanya normalisasi khususnya di Kali Angke pebatasan Kota Tangerang,” ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel, Aries Kurniawan menambahkan, pihaknya melakukan langkah-langkah untuk menangani banjir. Mulai dari normalisasi hingga penempatan 27 unit mesin pompa listrik dan 18 diesel penyedot air di daerah aliran sungai.
Baca Juga: Sekolah di Kota Tangerang Kembali Tatap Muka Usai PJJ Dampak Abu Vulkanik
“Untuk operasi dan pemeliharaan perbaikan tanggul dan tebing sungai seluruh Tangsel selama tahun 2021 sekitar Rp6 miliar,” ungkap Aries.
Alokasi dana operasional kegiatan pencegahan banjir meliputi, pemeliharaan turap/tanggul sungai, pengerukan sungai, operasikan listrik pompa, pengerukan sungai dan tandon hingga pembersihan sungai. (jarkasih)
























