SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Jajaran Satreskrim Polres Pandeglang, menemukan bukti baru atas kasus kematian tamu hotel di Pandeglang.
Yaitu, berupa bungkusan bekas obat kuat yang diduga telah dikonsumsi korban, Ahmad Banani (44), warga Kampung Cirende Pojok, RT 002 RW 004, Desa Kalanganyar, Kecamatan Kalangayar, Kabupaten Lebak.
Walau ada fakta baru atas kasus kematian korban, jajaran Satreskrim Polres Pandeglang belum bisa memastikan penyebab kematiannya, termasuk soal dugaan mengkonsumsi obat kuat itu.
Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Fajar Mauludi mengungkapkan, jajaranya menemukan bungkusan bekas obat kuat yang di buang di dalam tempat sampah.
“Kami menemukan bungkusan obat kuat di lingkungan hotel, tepatnya di tempat sampah yang tak jauh dari lokasi temuan korban,” ungkap AKP Fajar, Kamis (11/11/2021).
Ditegaskannya, sampai saat ini pihaknya belum menyimpulkan penyebab kematian korban. Artinya, masih terus mendalami penyebab dan dugaan – dugaan lainnya, termasuk keberadaan bungkusan obat kuat tersebut.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Masih Melanda, Warga Desa Idaman Pandeglang Butuh Penanganan Serius
Apalagi katanya, bekas bungkusan obat kuat yang di temukannya itu bukan dari tempat sampah kamar hotel yang ditempati korban. Melainkan, di tempat sampah yang ada di luar kamar.
“Di tempat sampah kamar hotel, tak ditemukan apapun. Jadi temuan itu masih belum kuat,” tandasnya.
Maka dari itu lanjutnya, pihaknya terlebih dahulu harus melakukan uji lab. “Harus kami pastikan lebih lanjut, dengan hasil uji lab forensik,” ujarnya lagi.
Selain itu menurutnya, pihaknya juga sudah meminta tim forensik untuk memeriksa kandungan sisa nasi bungkus yang ditemukan dalam kamar yang ditempati korban.
“Itu (kandungan nasi bungkus,red), nanti kita cocokkan. Kalau misalkan ada kandungan bahan-bahan berbahaya di bungkusan tersebut, baru kita periksa si perempuannya. Karena dia yang kemungkinan membawanya ke dalam kamar,” tegasnya.
Kini, jasad korban yang ditemukan terbujur kaku di kamar hotel, sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk di makamkan. Polisi masih menunggu hasil uji laboratorium, yang baru bisa keluar dalam waktu dua minggu ke depan.
Baca Juga: Desa Bandung Pandeglang Siap Expor Ikan Mas Sinyonya dan Udang Sawah ke Papua Nugini
“Hasil lab-nya baru keluar dua minggu lagi. Nanti baru ketahuan, penyebab kematiannya seperti apa. Kalau jenazah, kemarin (Rabu,red) sudah diserahkan ke pihak keluarganya,” imbuhnya. (nipal)
















