SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Sarekat Mahasiswa Demokratik (SMD) Kabupaten Tangerang meminta agar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang turun tangan, terkait adanya dugaan kelalaian oknum di Puskesmas Cikuya berupa kesalahan dalam diagnosis terhadap seorang remaja berinisial SN (14).
Ketua Umum SMD Kabupaten Tangerang, Fajar Rahman mengatakan, apa yang dilakukan oleh oknum Puskesmas Cikuya, Kecamatan Solear merupakan kesalahan fatal. Pasalnya, bagaimana bisa Puskesmas yang diisi oleh orang yang berkompeten dibidangnya bisa salah dalam diagnosis.
Menurut Fajar, permasalahan yang diduga melibatkan oknum di Puskesmas Cikuya ini sudah sepantasnya menjadi perhatian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Karena, kata dia, akibat dari dugaan kesalahan diagnosis tersebut, korban harus mengalami keterlambatan penanganan medis.
“Dinas Kesehatan yang membawahi Puskesmas harus turun langsung untuk menyelesaikan masalah ini. Jika memang diperlukan, copot Kepala Puskesmas beserta jajaran yang telah abai terhadap pelayanan kepada masyarakat,” kata Fajar kepada Satelit News, Minggu (14/11).
Lebih lanjut Fajar mengungkapkan, setelah dia mengirim surat laporan serta permintaan klarifikasi ke Puskesmas, pihak Puskesmas seketika mendatangi rumah korban di hari yang sama. Pihaknya menilai, sikap Puskesmas yang mendatangi rumah korban tersebut menjadi pertanda, bahwa hal tersebut memang benar sebuah kesalahan.
“Memang sudah menjadi karakteristik bagaimana bobroknya sistem layanan publik, terutama di sektor kesehatan seperti rumah sakit. Kalau tidak viral terlebih dahulu, maka mereka tidak akan turun langsung,” tuturnya.
Baca Juga: Pura-Pura Tes Motor dan Dibawa Kabur, Seorang Pria di Solear Ditangkap Warga
Fajar menilai, dari namanya sudah jelas Pusat Kesehatan Masyarakat, maka secara fungsi memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Selain itu, juga melaksanakan diagnosa sedini mungkin terhadap masyarakat sebagai penerima layanan.
“Jadi, jika secara fungsi tidak dapat menjalankannya dan diperparah dengan dugaan adanya salah diagnosis, sudah dipastikan memang ada yang salah dengan standar operasional yang ada,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Cikuya, Kecamatan Solear, Mutmainah mengatakan, pihaknya siap memberikan keterangan secara langsung pada Senin (15/11) mendatang di Puskemas Cikuya, Kecamatan Solear. “Untuk konfirmasi berita ini mungkin bisa datang langsung ke Puskemas bertemu dengan saya langsung,” tegasnya.
Terpisah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Supriadi mengatakan, bahwa kesalahan diagnosis yang dilakukan oleh Puskesmas Cikuya, kemungkinan dikarenakan kurangnya alat dan fasilitas pendukung.
Maka dari itu, atas nama Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Ahmad Supriyadi mengatakan, akan menginformasikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang agar dapat ditindaklanjuti terkait dugan kesalahan diagnosis di Puskesmas Cikuya, agar penanganan pasien bisa berjalan dengan maksimal.
“Begini, pemeriksaan penyakit dalam itu membutuhkan peralatan yang cukup, dan harus didukung fasilitas laboratorium. Kesalahan di Puskesmas tidak menutup kemungkinan akibat keterbatasan alat dan fasilitas. Saya akan infokan hal ini ke Dinkes agar dapat ditindaklanjuti,” tegas Supriadi.
Baca Juga: 48 Jam Pabrik Plastik di Balaraja Tangerang Terbakar, 33 KK Diungsikan
Selain itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang belum memberikan komentar apapun saat dihubungi Satelit News, via telepon.
Sebelumnya diberitakan, seorang remaja berinisial SN (14) asal Kecamatan Solear, diduga menjadi korban salah diagnosis yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Cikuya. Akibat hal itu, pasien harus mengalami keterlambatan penanganan medis.
Dari hasil diagnosis salah satu oknum pegawai Puskesmas, menyatakan bahwa pasien mengalami flek paru dan selanjutnya diarahkan untuk melakukan pemeriksaan BTA (cek dahak). Pada pemeriksaan rontgen ke-2, di RS. Hermina diketahui bahwa pasien yang berinisial SN mengalami gagal ginjal. (alfian/aditya)
























