SATELITNEWS.ID, TANGERANG— Keberadaan organisasi masyarakat (ormas) harusnya menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal apapun. Terutama dalam mengedepankan kepentingan masyarakat.
Namun, demikian aksi anarkis yang kerap dilakukan mencoreng ormas. Beberapa kali ormas terlibat d bentrokan, tak jarang terdapat korban. Yang terbaru, bentrokan antara Pemuda Pancasila (PP) dan Forum Betawi Rempug (FBR) di Ciledug beberapa waktu lalu. Akibatnya, lima orang yang terdiri dari dua anggota PP, dua FBR dan satu masyarakat menjadi korbannya. Lima orang tersebut mengalami luka akibat terkena sabetan senjata tajam.
Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan ormas seharusnya dapat menjadi contoh bagi masyarakat. Keberadaan ormas juga diharapkan menjadi bagian dalam pengembangan masyarakat.
“Kalau menurut saya namanya ormas kan organisasi masyarakat, semua harus mampu menahan diri jangan sampai keberadaan ormas yang diharapkan mampu menjadi bagian masyarakat bagian dalam pengembangan masyarakat justru tidak bisa menjadi contoh panutan untuk di masyarakat gitu,” jelasnya, Selasa (30/11/2021).
Arief mengatakan, pada dasarnya ormas dibentuk agar bermanfaat bagi masyarakat luas. Dia berharap ke depannya ormas bisa memberikan contoh yang baik di masyarakat. “Bukan malah melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum,” katanya.
Dia mengatakan untuk kasus bentrokan yang mengakibatkan lima orang luka-luka di Ciledug kini tengah d tangani oleh polisi. Diketahui, Polres Metro Tangerang Kota telah menetapkan empat tersangka. “Ini sedang menjalani proses hukum, silakan semua proses hukumnya di kepolisian tapi saya mengimbau semua ormas bukan hanya yang bertikai saja,” katanya.
Baca Juga: Wali Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Abu Vulkanik GAK
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima mengatakan, perilaku yang dilakukan oleh ormas tersebut telah meresahkan masyarakat. Menurut dia, yang dilakukan mereka tak mencerminkan sebagai ormas melainkan preman.
“Kalau perilaku yang meresahkan masyarakat, bahkan melukai masyarakat kemudian membahayakan orang lain itu adalah perbuatan seperti preman. Ini yang kita tindak tegas,” tegasnya. “Kami kepolisian tidak segan-segan untuk melakukan tindakan tegas secara hukum kepada para oknum dari ormas ini yang melakukan tindakan kriminal. Melukai orang membahayakan nyawa orang bahkan meninggal akan di hukum atau di tindak secara tegas” pungkasnya. (irfan)
























