SATELITNEWS.ID,TANGERANG—Persita Tangerang kembali terlempar dari 10 besar BRI Liga 1 2021-2022. Klub berjuluk Pendekar Cisadane kini berada di peringkat 12 klasemen sementara dengan 25 poin, hasil 7 kemenangan, 4 imbang dan 10 kekalahan.
Tak ingin terus berada di luar 10 besar, Persita Tangerang membidik kemenangan saat melawan Borneo FC di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, Rabu (2/2) pukul 15.15 wib. Tambahan tiga poin dibutuhkan tim besutan Widodo Cahyono Putro untuk naik peringkat. Sebagai catatan, di pertemuan pertama, Persita berhasil membawa pulang satu poin dari laga melawan Borneo FC setelah mengakhiri pertandingan dengan skor 2-2 Oktober 2021 silam.
Widodo Cahyono Putro mengatakan timnya akan berusaha tidak mengulangi kesalahan seperti ketika melawan Persija Jakarta. Kala itu, Persita kalah akibat kegagalan memaksimalkan peluang menjadi gol. Padahal, Pendekar memiliki banyak kesempatan untuk membobol gawang Persija.
“Yang jelas untuk pertandingan besok, siapa yang bisa memanfaatkan kesempatan di depan gawang, itu yang bisa memenangkan pertandingan. Saya harap itu menjadi milik kami. Tetap main fokus untuk para pemain dan tim Persita untuk bisa memperbaiki peringkat,” ungkap Widodo.
Target Widodo merebut tiga poin haruslah diiringi kerja keras ekstra. Sebab, dia tidak dapat memainkan pemain andalannya seperti Syaeful Anwar. Harrison Cardozo yang baru mengalami cedera diprediksi belum dapat bermain meskipun sudah mulai bergabung dengan latihan tim.
“Ada beberapa pemain yang memang belum kita bisa mainkan. Seperti Agung serta Harrison masih kemarin cedera. Saya harapkan besok Harrison sudah bisa bermain. Kita tunggu sampai nanti official training. Kemungkinan yang tidak bisa main itu adalah Syaeful Anwar. Kita lihat juga perkembangannya. Tentunya ini menjadikan ada dinamis juga di rotasi pemain. Jadi saya harapkan siapa pun yang nanti dipasang yang menggantikan untuk pemain yang tidak bisa main, bisa menjalankan sesuai dengan proporsinya masing-masing,” ungkap Widodo.
Ditanya soal strategi baru Borneo FC setelah diarsiteki Fakhri Husaeni, Widodo tak berkomentar banyak. Yang jelas, ia sudah memahami gaya permainan Fakhri. Tapi yang terpenting adalah bagaimana mempersiapkan tim Persita.
“Yang pertama Persita kami mempersiapkan tim kita secara keseluruhan, baik attacking maupun defend-nya dan transisinya. Dan kedua, baru kita memikirkan tim lawan. Dari sisi mana kita harus menyerang, dan antisipasi di saat kita kalah bola.”
“Jadi kemarin kita sudah latihan dan sudah kita evaluasi. Yang terpenting kekuatan di dalam tim ini, chemistry ini harus terus kita jalin. Karena di pertandingan kemarin sebelumnya ada beberapa peluang yang harus menciptakan gol, tidak terjadi gol. Ini sudah kita perbaiki. Dan tentunya di belakang juga koordinasi harus bagus. Antisipasi karena saya tahu Coach Fakhri adalah tipikal permainan menyerang, jadi kita semua sudah antisipasi itu,” pungkasnya.
Perwakilan pemain, Agung Prasetyo menyebut ia sudah siap dan fit sepenuhnya jika memang diturunkan di pertandingan. Sebagai informasi, Agung sempat absen beberapa laga karena cedera yang dialaminya saat pertandingan melawan Persela di pekan ke-19.
“Saya pikir enggak ada antisipasi yang khusus. Yang terpenting adalah kami memiliki persiapan yang cukup untuk pertandingan besok. Kami juga sudah memperbaiki apa yang harus kami perbaiki. Kami tahu bahwa besok pertandingan yang sangat penting buat kami buat memperbaiki klasemen,” kata pemain yang juga merangkap sebagai Kapten Tim Persita ini.
Menghadapi lini depan Borneo FC yang diperkuat pemain-pemain yang sangat baik dalam menyerang, Agung tak mau putus asa. “Kalau saya sebagai pemain belakang yang jelas tetap fokus, tetap fokus melihat pergerakannya mereka. Yang jelas kami siap untuk bertanding besok dan kami juga harus fokus tetap dengan mereka,”tandasnya. (bima)