SATELITNEWS.ID, LEBAK—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak berencana meminta bantuan kementerian untuk membangun pasar baru sebagai langkah menempatkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) Pasar Rangkasbitung yang rencananya bakal direlokasi. Permintaan bantuan kepada pusat tidak lepas dari minimnya anggaran pemda termasuk harus melakukan refocusing.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak Orok Sukmana mengatakan, pasar baru yang rencananya dibangun di Kandangsapi, Kecamatan Rangkasbitung merupakan pasar permanen bagi pedagang tersebut. “Sambil menunggu pembangunannya, ratusan pedagang yang direlokasi akan ditempatkan di Terminal Curug Cileuweung, tepatnya di belakang Mapolres Lebak,” kata Orok, Senin (07/02/2022).
“Ini (pembangunan pasar) sedang kami usulkan ke kementerian untuk dibangun sebagai pasar permanen,” timpal Orok. Dia mengatakan, pasar baru akan dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter. Sekitar 2.000 meter untuk bangunan pasar dan 3.000 meter untuk lahan parkir.
“Luas lahannya kalau aset daerahnya itu sekitar 2,8 hektare tetapi kita hanya butuh 5. 000 meter. Lokasi itu layak lah sebagai pasar, aman dan tidak mengganggu lalu lintas,” ujar Orok.
Dia berharap, satu atau maksimal dua tahun, pedagang di Terminal Curug sudah bisa menempati pasar baru yang direncanakan bertipe A. “Sebab nanti kan Pasar Rangkasbitung kalau bisa kita juga geser ke sana, hanya kan kontrak dengan BKL-nya, kontraknya itu 25 tahun dari 2007,” terang Orok.
Terkait dengan rencana relokasi pedagang ke Terminal Curug, saat ini Disperindag terus mengumpulkan saran masukan dari masyarakat dan berbagai pihak. “Sudah saya inventarisir semua. Ini tinggal saya usulkan rencana kegiatannya, kalau sudah acc langsung kami melangkah ke sosialisasi ke pedagang,” katanya.
Menanggapi rencana tersebut, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamatan Organisasi (HMI-MPO) Komisariat Latansa Rangkasbitung, Tubagus Tri mengatakan, harus ada upaya sosialisasi yang tepat kepada PKL. Sebab, persoalan (relokasi) akan banyak pertanyaan bahkan tidak sedikit PKL yang menentang.
“Saya harap rencana relokasi tersebut harus sesuai dengan keinginan PKL. Jangan sampai sudah di relokasi PKL kesulitan untuk menjual dagangannya lantaran wilayah setempat sepi dari pembeli,” pungkasnya.(mulyana)