SATELITNEWS.ID, TANGERANG — Tidak semua orang memahami bahwa dirinya memiliki luka batin sejak kecil hingga terbawa saat beranjak dewasa.
Iya, itu disebut Inner Chield. Inner Chield adalah bagian dari pikiran bawah sadar yang membawa kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi dan menekan emosi, kreativitas, intuisi dan kemampuan kita sewaktu kecil.
Menurut psikolog anak klinis, Rininta Meyftanoria, S.Psi, M.Psi, Psikolog, ketika seseorang mengalami inner chield disebabkan karena kejadian yang tidak menyenangkan.
“Saat kejadian tidak menyenangkan itu terjadi berulang kali, maka inner child akan merasa terluka dan dapat memunculkan insecurity, perasaan tidak dicintai/ diperhatikan, atau perasaan tidak berharga yang berpengaruh terhadap hubungannya dengan orang lain, termasuk saat mengasuh anak,” jelas Rininta.
Inner Chield Berpengaruh Pada Pola Asuh
Pasalnya yang memiliki inner child terluka rentan merasakan ter-trigger emosi-emosi tidak menyenangkan seperti yang dialaminya pada masa lalu, ini akan berpengaruh pada pola asuh anak nantinya.
Biasanya secara tidak sadar mereka akan melakukan hal yang sama pada anak seperti apa yang pernah dirasakan di masa kecil. Sehingga pengasuhan akan terus berputar seperti rantai.
Adapun Ciri-Ciri Orang tua dengan Inner Child yang Terluka
- Memiliki harga diri rendah/perasaan tidak berharga
- Memiliki citra diri yang buruk
- Emosi tidak stabil
- Tidak mampu membedakan situasi serius dan bercanda
- Mudah tersinggung dan marah
- Menutup diri dan tidak mempercayai orang lain
- Melukai diri sendiri atau self-sabotage
Bila terdapat ciri-ciri tersebut pada orang tua, maka tak heran bila orang tua sering merasakan emosi yng meledak-ledak, terlalu keras dan overprotektif saat mendidik anak. Atau sebaliknya, justru terlalu sering memanjakan serta tidak tegas menetapkan batas pada anak.
Cara Menyembuhkan Inner Child yang Terluka
“Perlu waktu lama untuk menyembuhkan inner child yang teluka. Sama seperti ketika membentuk inner child tersebut,” tegas Rininta yang juga seorang psikolog anak klinis di Sensory Playhouse.
Meski demikian, bukan berarti luka inner child tidak bisa disembuhkan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menguranginya, antara lain:
Menyadari, menerima dan merangkul inner child tersebut. Semakin seseorang berusaha untuk menolak, menghindari atau menyembunyikannya, maka rasa sakit tersebut akan terus muncul dan semakin kuat.
Dengarkan apa yang ingin dikatakan oleh inner child. Caranya dengan mendengarkan emosi dari inner child dan biarkan diri merasakan emosi tersebut
Berikan afirmasi pada inner child misalnya seperti “Kamu berharga, penuh cinta dan kasih sayang” atau “Tidak apa-apa untuk menunjukkan emosi dan berbicara jujur apa adanya”
- Meditasi
- Journaling
- Mendatangi terapis atau psikolog klinis
Itulah, cara bagaimana cara mengatasi inner chield, cegah inner chield pada anak.