SATELITNEWS.ID,TANGERANG—Aturan mengenai batasan usia pemain futsal putri pada Porprov VI Banten telah ditentukan. Usulan tuan rumah Kota Tangerang agar usia pemain futsal putri kelahiran tahun 2004 atau 18 tahun ke bawah ditolak.
Rapat antar Asosiasi Futsal Kabupaten dan Kota, Minggu (10/4) memutuskan batasan umur baik pemain putra dan putri adalah menggunakan acuan Pra PON dan PON. Berdasarkan itu tahun kelahiran pemain adalah tahun 2001 atau pemain usia 21 tahun.
Exco AFP Banten Boy Prima menyatakan batasan umur yang digunakan dalam pelaksanaan Poprov VI Banten sudah sesuai dengan aturan yang ada. Mulai dari aturan yang dikeluarkan AFI, KONI Banten dan AFP Banten semua merujuk kepada batasan umur yang akan diterapkan di PON XXI Aceh-Sumatera Utara.
“Semua merujuk ke sana (PON XXI), dimana PON Aceh dan Sumut akan menggunakan batasan umur 23 tahun, jadi saat Porprov pakai usia 21 tahun. Soal pernyataan AFK Kota Tangerang menyangkut batasan usai yang akan dipakai di PON adalah usia 21 tahun belum mendapat legitimasi dari AFI, kalau pun itu dipakai maka ada wadah lain yakni pelaksanaan Kejurda yang akan memakai batasaan usia 19 tahun,” tutur Boy.
Sementara itu, pelatih tim futsal putri Kabupaten Tangerang Gealdy Nianda mengatakan batasan usia ini memuluskan persiapan timnya yang telah menggunakan pemain usia 21 tahun untuk menghadapi Porprov VI tahun 2022 sejak tahun 2021. Dengan aturan batasan umur tersebut Gealdy menjamin persiapan bakal semakin gencar dan masif.
“Kami bersyukur aturan batasan umur telah ditetapkan oleh AFP (Asosiasi Futsal Provinsi), jadi kami tidak perlu merombak kekuatan tim. Kami akan berjalan dengan kekuatan yang telah kami latih setahun belakangan, kami percaya diri untuk mengincar medali emas lagi,” jelas Gealdy.
Sejauh ini Leni Maharani dkk tengah memasuki tahapan persiapan pra kompetisi, dimana program latihan lebih mengutamakan masalah teknik dan taktik bermain. Dan disaat Ramadan ini persiapan pemain futsal Kabupaten Tangerang terus ditempa meski menu latihan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi pemain yang tengah menjalani puasa.
Harapan Gealdy, kondisi pemain tetap bugar selama puasa sehingga saat akan kembali menjalani latihan normal seperti sebelum bulan Ramadan pemain sudah siap dan tidak perlu memulai dari nol lagi. “Jadi bisa langsung ngebut saat selepas puasa, dengan begitu peningkatan kemampuan pemain juga bisa lebih signifikan lagi,” tutup Gealdy. (jpg/gatot)