SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang meminta pembelajaran secara tatap muka khususnya di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) dimaksimalkan. Sebab dua tahun pembelajaran secara daring sebagai dampak imbas pandemi Covid-19, muncul learning loss atau hilangnya pengetahuan dan kemampuan siswa.
“Penguatan karakter selama ini hanya terjadi secara virtual dan hasilnya kita rasakan. Yang namanya virtual tidak akan pernah maksimal, tidak ideal. Yang maksimal dan ideal itu pembelajaran tatap muka,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Halalbihalal dan Penguatan Organisasi yang digelar oleh HIMPAUDI bersama Dinas Pendidikan Kota Tangerang di Ruang Aula Al-Amanah Lantai V, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (30/05/2022) pagi.
Untuk itu, Jamal mendorong agar ketertinggalan akibat learning loss dikejar, khususnya dalam penguatan karakter. “Karena yang namanya usia masa PAUD adalah masa emas. Jadi bagaimana ibu/bapak mendidik anak-anak kita, itu akan menentukan. Karena kalau sudah diberitahu oleh guru anak-anak didik kita mudah meresapi, dia ingat terus,” jelasnya.
Namun demikian, di tengah era teknologi, dia juga berpesan agar guru maupun orangtua jangan sampai ketinggalan informasi. “Sebab jangan- jangan nanti pinteran anak didik kita ketimbang kita, oleh karena itu, di samping kita sekarang sudah belajar secara tatap muka, ibu-ibu juga harus pinter IT, buat video pembelajaran,” terangnya.
Sementara Bunda PAUD Kota Tangerang Aini Suci Wismansyah yang turut hadir mengatakan, kurikulum pembelajaran bagi anak PAUD ketika sudah tidak lagi memasuki masa pandemi harus berbeda. “Karena setelah situasi normal pun kita tidak bisa kembali normal seperti dulu, melainkan menjadi new normal. Covid hilang muncul Hepatitis, terus ada lagi Cacar Monyet. Makanya harus ditambah lagi dengan kurikulum kesehatan,” jelasnya.
Ini tujuannya agar orangtua dengan guru dan sekolah punya visi dan misi yang sama untuk menjaga kesehatan di sekolah. “Sebab bukan tidak mungkin banyak virus yang terbawa saat anak ke sekolah. Ini juga agar orangtua tenang karena anak-anaknya sehat,” jelasnya.
Baca Juga: Masuk SMP di Lebak Wajib Lampirkan Ijazah Diniyah
Selain itu, ia juga turut menyampaikan pesan agar orangtua tidak gagap dengan teknologi atau melupakan teknologi. “Tetap harus belajar teknologi, harus mengembangkan diri, harus terus belajar,” ucapnya. (made)
























