SATELITNEWS.ID, PANONGAN-Kepala Desa Panongan Suhendi tak dapat menyembunyikan perasaannya saat bertemu Asda I Setda Banten, Komarudin, dalam acara silaturahmi tokoh, di Aula Desa Panongan, Jumat (10/6).
Dia senang lantaran sudah cukup lama tak berjumpa mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tersebut.
“Pak Haji (Komar) ini dulu membantu saya pembebasan lahan pembangunan Masjid Agung, waktu beliau masih Pj Bupati,” katanya dengan nada semangat.
Ia menceritakan, pada tahun 2017 dirinya bersama warga berencana membangun masjid dengan daya tampung besar di Desa Panongan. Saat itu persoalan lahan jadi salah satu kendala yang dihadapi.
Namun, lanjutnya, berkat jasa Komar yang kala itu menjadi Penjabat Bupati Tangerang tahun 2018, pembebasan lahan berjalan mulus dan lancar. Kini lahan seluas kurang lebih 4000 meter itu sedang dalam proses pembangunan.
“Mulanya mau undang Pak Haji peresmian (peletakan batu pertama), tapi Pak Haji sudah keburu balik lagi ke tugas semula ke provinsi, dan kami belum sempat menyampaikan terima kasih ke beliau,” ungkapnya.
Baca Juga: BPKP dan Biro OrtalaMR ATR/BPN Evaluasi Maturitas SPIP Kantah Kabupaten Tangerang
Atas cerita di atas, ia lantas tak menyiakan kesempatan ketika diminta Biro Pemerintahan dan Kesra Provinsi Banten untuk jadi tuan rumah kegiatan silaturahmi tokoh.
“Sekalian terima kasihnya saya sampaikan di acara ini Pak Haji,” selorohnya diikuti tawa peserta yang hadir.
Sementara itu, dalam paparannya Komarudin menyoroti kondisi kehidupan sosial dan keagamaan di Provinsi Banten.
Dia mengungkapkan, hingga saat ini kerukunan di Banten terjalin kuat berkat peran tokoh dan aparat desa. Mereka mampu menjalankan fungsinya dengan baik, yakni sebagai garda terdepan pelayanan kepada masyarakat.
“Apalagi di Panongan, saya yakin aman dan tentram,” katanya.
Kendati demikian, Komar minta semua pihak tetap waspada terhadap potensi ancaman yang bisa timbulkan perpecahan. Salah satunya, ancaman konflik agama di era digital.
Baca Juga: DLHK Kabupaten Tangerang Akan Periksa Perusahaan di Kawasan Milenium
“Terutama penggunaan media digital yang tidak bertanggungjawab, tidak arif bermedia sosial, bikin konten fitnah, hoaks, adu domba,” jelasnya.
Menurut Komar, perilaku tersebut mudah menyulut kemarahan dan kebencian, terlebih jika dilakukan menggunakan bahasa dan sentimen agama.
“Maka kita perlu check and recheck, kita periksa kebenarannya sebelum disebar, dan jika ternyata itu bohong kita mesti luruskan,” tegasnya.
Ketua Dewan Pakar ICMI Kabupaten Tangerang ini menyatakan, teknologi apa pun pada dasarnya bersifat netral. Teknologi diciptakan ilmu pengetahuan untuk kemajuan peradaban manusia.
Yang menjadikan teknologi positif atau negatif, terang Komar, adalah manusia sebagai pengguna.
“Handphone itu netral, baik atau buruk tergantung kita, digunakan untuk apa,” tandasnya.
Kegiatan silaturahmi yang diadakan Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Banten dihadiri sejumlah tokoh, meliputi tokoh agama, pengelola masjid, dan perangkat desa setempat. Turun hadir Kepala Biro Tubagus Rubal Faisal. (jarkasih/aditya)





















