SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Seorang remaja meninggal dunia dalam aksi tawuran di Jalan Poris Indah, Kelurahan Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Remaja yang belum diketahui identitasnya ini tewas akibat sabetan senjata tajam di perutnya. Peristiwa itu sebetulnya terjadi Sabtu (23/07/2022) lalu.
Salah satu warga, Kemis mengatakan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, terjadi tawuran antar dua kelompok. “Satu orang katanya meninggal perutnya dibacok. Ramai kurang lebih 12 orang mereka bawa sajam (senjata tajam). Bawa parang panjang gitu,” ujarnya, Selasa (26/07/2022).
Aksi tersebut pun sempat terekam oleh kamera pengawas atau CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Dalam video CCTV yang beredar, terlihat dua kelompok remaja saling mengejar ada yang mengendarai motor pula. Namun demikian, salah seorang anggota kelompok terjatuh di depan sebuah ruko.
Remaja yang jatuh tersebut kemudian langsung dihabisi oleh musuhnya dengan senjata tajam. Sekitar 3 hingga 4 kali bacokan. “Korban itu meninggal karena terkena luka bacok celurit di bagian perut atau punggungnya,” kata Kemis.
Jasad remaja tersebut baru dievakuasi oleh pihak keluarga setelah beberapa jam kemudian. “Setelah tergeletak itu korbannya enggak langsung dibawa, sekitar jam 07.00 WIB baru diambil sama keluarganya yang dateng langsung,” kata Kemis.
Kemis menjelaskan, setelah mengetahui hal tersebut pihak Polsek Cipondoh mendatangi TKP. Setelah melakukan olah TKP, pihak kepolisian kemudian memasang garis peringatan polisi berwarna kuning di lokasi. “Saya baru tau besoknya pas polisi olah TKP, terus masang garis polisi di lokasi kejadian dan bekas darahnya kemarin masih ada,” tutur Kemis.
Baca Juga: Modus Perbaiki Tower BTS di Neglasari, Pencuri Gasak Perangkat Rp 481 Juta
Pantauan di lokasi tak terdapat garis polisi yang sebelumnya dipasang. Kata Kemis, garis polisi itu sudah dicabut oleh pemilik ruko. “Tapi garis polisinya langsung dicabut sama warga yang tinggal di sini, karena dia punya usaha pempek dan sudah mau buka, jadi dicopot,” katanya.
Kepala Seksie Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Sujana membenarkan peristiwa tersebut. Kata dia, kasus itu masih dalam penyelidikan. “Masih dilidik,” singkatnya. (irfan)



















