SATELITNEWS.ID, SERANG – Beberapa pedagang sembako di Pasar Induk Rau (PIR), mengeluhkan terkait dengan naiknya harga beberapa barang kebutuhan pokok dalam beberapa pekan terakhir ini, terutama beras.
Dari kenaikan itu, dampaknya sangat terasa karena para pelanggan satu persatu mulai mengurangi volume pembeliannya, bahkan beberapa diantaranya menurunkan kualitas beras yang dibelinya.
“Awalnya satu karung itu untuk ukuran biasa Rp120 ribu kualitas beras medium, tapi sekarang naik jadi Rp230 ribu. Atau kalau perliter dari Rp8.000/liter naik Rp500,” kata Andi, salah satu pedagang beras, Rabu (24/8/2022).
Meskipun harganya naik, tambahnya, secara stok kebutuhan masih dianggap normal, karena masih mudah didapat.
Diakui Andi, para pelanggan dirinya mayoritas para pedagang yang minimal sekali beli 10 liter. Namun sejak adanya kenaikan harga itu, berkurang hanya 4 liter saja.
“Jauh kan berkurangnya,” imbuhnya.
Baca Juga: Beras Ilegal Bikin Kesal 2 Menteri, Rp27,3 Miliar Barang Selundupan Ditindak
Selain harga yang naik, lanjutnya, persoalan kualitas beras Bulog yang dijual di pasaran juga sangat jauh berkurang. Bahkan dirinya bisa mengatakan beras Bulog yang dijual saat ini tidak layak.
“Warnanya sudah beda, bau lagi. Ternyata pas saya lihat itu produk dari tahun 2018. Ini yang saya pertanyakan, ko beras kualitas lama masih dijual ama Bulog,” pungkasnya.
Atas hal itu, saat ini beras Bulog itu sudah tidak ada lagi yang membeli. Apalagi harganya juga terhitung mahal, karena hampir sama dengan beras kualitas medium. Padahal kualitas berasnya jauh lebih rendah.
“Kami juga udah ga nyetok lagi,” katanya.
Sementara itu Fajar, salah satu penjual nasi uduk yang sering membeli beras di toko Andi mengatakan, dengan kenaikan harga beras itu dirinya terpaksa menurunkan volume pembelian.
“Kalau dulu bisa beli 15 liter, sekarang paling 7-8 liter saja,” ucapnya. (mg2)
Baca Juga: Gerindra Kabupaten Serang Perkuat Kader, Tekankan Kerja Nyata dan Kedekatan dengan Rakyat



















