SATELITNEWS.ID, TANGERANG—DPD Demokrat Banten mengamati sejumlah aksi penolakan kenaikan BBM di bumi jawara. Sebab, aksi demonstrasi digelar oleh berbagai kalangan masyarakat. Mulai mahasiswa, ojek daring hingga buruh.
Semua lapisan masyarakat mengaku keberatan dengan kenaikan harga BBM yang telah ditetapkan pemerintah. Pertalite dari Rp 7.650 menjadi Rp 10 ribu, kemudian solar, dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liternya.
“Dalam satu atau dua minggu belakangan, demonstrasi penolakan kenaikan BBM terjadi juga di wilayah Banten. Tentu ini yang akan kami sampaikan saat rapimnas dengan ketua umum Mas AHY,” kata Ketua DPD Demokrat Banten, Iti Octavia Jayabaya, Rabu (14/09/2022).
Massa buruh juga mendatangi DPRD Banten pada Selasa, 13 September 2022. Mereka diterima oleh anggota perwakilan legislatif. DPRD Banten juga akan menyampaikan aspirasi buruh ke pemerintah pusat dan DPR, mengenai tuntutan massa aksi yang menolak kenaikan harga BBM, karena dianggap bisa menaikkan harga kebutuhan pokok dan barang lainnya.
“Saya mendapat informasi bahwa DPRD Banten telah menyiapkan surat, untuk disampaikan ke pusat, DPR, mengenai aspirasi dari masyarakat Banten,” ucap Ketua Fraksi DPRD Kota Tangerang, Baihaki, Rabu (14/09/2022).
Politisi Demokrat ini berharap, anggota DPR bisa mendengarkan aspirasi masyarakat di wilayah Banten, khususnya di Kota Tangerang dan menyelesaikan problematika kenaikan harga BBM yang tentunya akan mengerek kenaikan harga kebutuhan rakyat. “Saat ini masyarakat belum benar-benar bangkit usai diterpa pandemi Covid-19 dan persoalan ekonomi. Tapi masih di tambah kenaikan harga BBM yang menaikan harga lainnya,” tuturnya. (made)
Baca Juga: Gelar Rakorda, Demokrat Banten Perkuat Dukungan ke Gubernur dan Wagub Andra-Dimyati
























