SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak ke wilayah Kabupaten Tangerang, Minggu (6/9/2026). Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker apabila hendak beraktivitas di luar rumah.
Dampak sebaran abu vulkanik tersebut dirasakan warga di sejumlah wilayah. Salah satunya Suwarti, warga Kampung Mampelem RT 01/RW 04, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa. Ia mengaku, saat keluar rumah pada pagi hari, abu vulkanik sudah terlihat menebal di depan pekarangan rumahnya.
Beruntung, ventilasi rumahnya terbilang rapat sehingga abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau tidak masuk secara langsung ke dalam rumahnya.
“Abu vulkanik Krakatau ini dengan erupsinya sampai ke Tangerang. Tadi pagi saya keluar rumah ternyata banyak debu yang ada di atas genteng dan teras rumah. Debunya tidak seperti biasanya, ini sedikit kasar, jadi jelas sekali kalau ini abu vulkanik,” kata Suwarti kepada Satelit News, Minggu (5/9).
Di tempat terpisah, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, khususnya ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu vulkanik yang terbawa hingga ke wilayah Kabupaten Tangerang.
“Kami atas nama pemerintah daerah mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang supaya lebih hati-hati lagi. Dan kalau beraktivitas ke mana-mana menggunakan masker untuk menghindari menghirup abu vulkanik tersebut,” katanya.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Bentuk Satgas Anti Rentenir, Perluas Akses Permodalan Masyarakat
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama berdoa agar aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau segera mereda dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. Meski demikian, dirinya meminta masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta terus mengikuti informasi dan arahan resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Yang jelas, setiap hari sekarang kita harus menggunakan masker sementara ini saat aktivitas di luar. Kita ingin semuanya sehat, semuanya sukses, dan panjang umur. Meski begitu, masyarakat tetap tenang dan tidak panik, ikuti terus perkembangan informasi dan arahan resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik,” pungkasnya.
Bupati Tangerang Keluarkan SE
Menanggapi terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 24 Tahun 2026 tentang peningkatan kewaspadaan kesehatan, Minggu (6/9/2026).
Meski demikian, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SD dan SMP di Kabupaten Tangerang dipastikan tetap dilakukan secara tatap muka atau luar jaringan (luring) pada Senin (7/9/2026) mendatang.
“Surat edaran ini ditujukan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Direktur Rumah Sakit, Kepala UPTD Puskesmas, serta Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Tangerang. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi serta penguatan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan terhadap potensi dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh abu vulkanik,” kata Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Minggu (6/9).
Lanjut pria yang akrab disapa Rudi Maesyal, dalam surat edaran tersebut, masyarakat juga diimbau meningkatkan perlindungan diri dengan menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, memakai kacamata pelindung, serta menjaga kebersihan diri dan bahan makanan.
Baca Juga: Polisi Tangkap 2 Tersangka Curanmor di Kontrakan, 7 Motor Dicuri
Selain itu, Rudi juga menegaskan agar fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas memperkuat sistem kewaspadaan dini dan merespons cepat setiap peningkatan kasus kesehatan terkait erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Para camat, lurah, kepala desa, dan kepala puskesmas agar terus berkoordinasi secara berkala dengan Dinas Kesehatan guna memantau perkembangan situasi di wilayah masing-masing,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Supriyadi menambahkan, terkait kegiatan belajar mengajar di tengah situasi erupsi Gunung Anak Krakatau, pihaknya masih memberlakukan pembelajaran tatap muka bagi siswa pada Senin (7/9/2026) mendatang.
“Sementara di Kabupaten Tangerang masih luring atau tatap muka,” kata Supriyadi.
Meski demikian, para siswa diwajibkan mengenakan masker selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Aktivitas pembelajaran yang dilakukan di luar ruangan juga akan dibatasi.
Supriyadi juga mengatakan, bahwa pihaknya masih mengkaji kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kondisi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mengalami perubahan.
“Sambil memperhatikan perkembangan kondisi (erupsi Gunung Anak Krakatau),” tuturnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik menambahkan, menghadapi bencana erupsi Gunung Anak Krakatau, pihaknya akan melakukan beberapa langkah, di antaranya membuat spanduk-spanduk imbauan dari Bupati dan Wakil Bupati yang akan dipasang di lokasi strategis.
Adapun isi spanduk yang akan dipasang adalah penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menggunakan kacamata saat berada di tempat umum dan ketika berkendara roda dua, membatasi ke luar rumah, menjaga kebersihan tubuh, memperbanyak minum air putih, serta pintu dan ventilasi agar tidak sering dibuka.
Makanan dan bak air/ember yang terisi air juga diminta ditutup bila tidak dibutuhkan.
“Tunda perjalanan yang tidak penting, dan bagi warga yang beraktivitas menggunakan kendaraan roda 2, agar berhati-hati dan menggunakan masker, kacamata, helm, dan yang berkendaraan roda 4 pun juga tetap berhati-hati, karena dampak debu vulkanik dapat mengganggu jarak pandang,” ujarnya. (alfian/aditya)
























