SATELITNEWS.COM, TANGERANG– Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang meninjau lokasi longsor di Kampung Sempur, Desa Peusar, Kecamatan Panongan yang mengakibatkan lima bangunan rumah warga dan jalan rusak parah.
Longsor ini diduga akibat pembangunan Kawasan Millenium. Menyikapi kondisi tersebut, DPRD akan memanggil pengelola kawasan dan dinas terkait.
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Deden Umardani mengatakan, longsor yang terjadi di Kampung Sempur diduga bukan hanya karena curah hujan yang tinggi, tetapi memang ada aktivitas pengerukan tanah dari Kawasan Millenium yang sedang melakukan pembangunan.
“Setelah melihat langsung kondisi longsor, saya kira ini bukan bencana alam biasa. Tapi ada faktor lain yang menyebabkan terjadinya tanah longsor. Yaitu aktivitas dari kawasan yang sedang melakukan pembangunan industri,” kata Deden kepada Satelit News, Senin (7/11) saat melakukan sidak.
Setelah melakukan sidak langsung dan melihat situasi kondisi di lokasi longsor, lanjut Deden, Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang akan memanggil pihak pengelola Kawasan Millenium dan dinas terkait, seperti Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA).
“Kalau saya lihat dari kondisi, ini merupakan dampak dari pembangunan itu. Makanya, kita akan memanggil pihak pengelola dan dinas terkait. Bagaimana penanganannya, karena sudah satu bulan tidak ada kejelasan kepada masyarakat sekitar,” tegasnya.
Baca Juga: Jalan Pisangan Pakuhaji Dibongkar Lagi, Tak Sesuai Spesifikasi
Menurut Deden, apabila dibiarkan maka bukan hal tidak mungkin longsor ini akan meluas ke rumah-rumah warga lainnya yang ada di Kampung Sempur, Desa Peusar, Kecamatan Panongan.
“Ini menyangkut keselamatan warga. Jangan sampai dibiarkan begini saja. Kalau ditimpah hujan deras lagi, longsor bisa meluas. Bukan hanya 5 bangunan rumah dan 1 jalan saja yang hancur. Tetapi, bisa lebih bahkan bisa menimbulkan korban,” katanya.
Deden berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang tidak tinggal diam dan harus melakukan tindakan kongkrit. “Jangan sampai selesai dengan memberikan tempat tinggal sementara saja. Tapi harus memberikan solusi tepat agar tidak terjadi longsor. Ditambah disini ada aset Pemkab berupa jalan. Itu merupakan salah satu akses ekonomi rakyat juga,” tegasnya.
Sementara itu, Komisi III DPRD Kabupaten Tangerang, Elie menambahkan, bahwa longsor yang menimpa warga Kampung Sempur, Desa Peusar, Kecamatan Panongan bukanlah pertama kali terjadi. Katanya, sebelumnya di tahun 2020 sudah sempat terjadi. Namun beruntung tidak menghancurkan rumah warga.
“Saya sudah pernah mengingatkan kepada pihak pengelola kawasan, untuk melakukan perbaikan. Soalnya, dulu sudah pernah terjadi di tahun 2020,” kata Elie yang juga tinggal di wilayah Panongan.
Salah satu korban, yang enggan disebutkan namanya menambahkan, bahwa sudah satu bulan lamanya semenjak terjadi longsor. Pihak pengelola kawasan ataupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang belum memberikan bantuan berupa perbaikan ataupun ganti rugi bangunan.
Baca Juga: Ambil Motor yang Tertinggal di Cikupa, Anggota Gangster Ditangkap Warga
“Informasinya, katanya mau digantiin, tapi sampai saat ini belum ada. Kalau bantuan berupa sembako udah ada waktu setelah longsor. Tapi kalau yang lain belum ada,” katanya.
Sebulan Korban Longsor Belum Tersentuh Bantuan Perbaikan
Sementara itu, Sekretaris Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Aji Suparja mengatakan, kronologis peristiwa terjadinya bencana longsor ini bermula dari hujan lebat yang mengguyur wilayah Panongan, khususnya di Desa Peusar pada 8 Oktober 2022 lalu. Hal itu pun mengakibatkan tebing setinggi 10 meter yang berbatasan langsung dengan Kawasan Industri Millenium tersebut longsor.
“Memang sejak tanggal 22 September 2022 itu, sudah terjadi pergeseran tanah di permukiman warga. Kemudian pada Oktober terjadi hujan deras dan mengakibatkan longsor yang berdampak pada rumah warga,” jelas Aji Suparja kepada Satelit News, Selasa (1/11).
Kata Aji, beruntung dalam musibah longsor tersebut tidak ada korban jiwa ataupun luka. Namun lima unit rumah milik warga dan musala mengalami kerusakan cukup parah akibat longsor tersebut.
“Alhamdulilah, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Untuk bangunan yang terdampak ada enam unit, empat rumah warga, musala satu, dan kontrakan satu,” katanya.
Aji juga mengungkapkan, selain lima unit rumah dan satu musala yang rusak, akses jalan penghubung antara Desa Peusar menuju Desa Ciakar, Kecamatan Panongan itupun mengalami kerusakan cukup parah. Sehingga tidak bisa dilalui oleh warga, karena material badan jalan ikut amblas saat terjadi longsor.
“Untuk kondisi sekarang, akses jalan sudah tidak bisa dipakai, karena putus total. Jangankan mobil, motor saja nggak bisa lewat,” jelasnya.
Menurut Aji, bagi warga yang terdampak saat ini sudah direlokasi ke tempat yang lebih aman. Lanjutnya, dalam menindaklanjuti hal tersebut, perangkat Desa Peusar pun telah melaporkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang agar segera mendapat bantuan. Sehingga, segala kerusakan bisa segera ditangani dan dipulihkan kembali.
“Kita sudah bersurat ke pihak dinas terkait. Bahkan ke Pak Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, untuk melakukan perbaikan akses jalan dan rumah warga yang rusak. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya,” tuturnya.
Aji berharap Pemerintah Daerah maupun pengelola Kawasan Industri Millenium yang berdekatan dengan permukiman warga Desa Peusar, agar ikut membantu dalam membangun turap beton sebagai upaya penanganan dalam terjadinya bencana longsor.
“Kita berharap agar Pemkab Tangerang dan pengelola Kawasan Industri untuk ikut membantu dalam pembangunan turap beton, agar akses jalan dan permukiman warga tidak kembali terdampak musibah longsor,” harapnya.
Sementara itu, salah satu warga Kampung Sempur, Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Ahmad menambahkan, saat ini dia mengungsi di rumah saudaranya. Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan bantuan dalam perbaikan rumahnya yang hancur akibat longsor.
“Kami berharap adanya bantuan dari pemerintah,” ucapnya. (alfian/aditya)
























