SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Bank Tabungan Negara (BTN) akhirnya buka suara terkait aksi unjuk rasa warga Perumahan Nuansa Mekarsari I dan II Rajeg, Kabupaten Tangerang yang menuntut sertifikat rumah mereka diserahkan. Bank plat merah itu mengklaim sedang memperjuangkan agar tuntutan warga dapat terpenuhi. Hal tersebut diungkapkan Corporate Secretary PT BTN (Persero) Tbk Achmad Chaerul.
“BTN bersama warga sedang mengupayakan penyelesaiannya termasuk meminta tanggung jawab developer untuk menyelesaikan kewajibannya selaku penjual rumah di perumahan dimaksud,” ujarnya, Minggu (5/2).
Achmad Chaerul menyatakan Perumahan Nuansa Mekarsari dibangun oleh developer PT Nuansa Graha Cipta (NGC) dengan jumlah realisasi unit KPR yang dibiayai sebanyak 1.327 debitur. Sebanyak 1.207 unit rumah telah diterbitkan sertifikatnya. Sedangkan sisa yang belum terbit sertifikatnya sebanyak 165 unit.
Upaya menerbitkan sertifikat terkendala kondisi PT Nuansa Graha Cipta (NGC) yang telah dilikuidasi. “Setelah dilikuidasi NGC tidak kooperatif dan sulit dihubungi,” ungkap dia.
Menurut Chaerul, Bank BTN telah melakukan upaya untuk mencari atau melacak keberadaan developer untuk minta pertanggungjawaban penyelesaian sertifikat yang belum terbit sebanyak 165 debitur.
“Bank BTN sudah melakukan mediasi dan mencari solusi di antaranya dengan mencapai kesepakatan menggunakan pihak ketiga untuk membantu penyelesaian sertifikat. Bank BTN juga bersedia membantu sebagian biaya penyelesaian sertifikat,” ujarnya.
Baca Juga: Festival Kuliner UMKM Rajeg Ditutup Meriah, Kelapa Mini Jadi Sorotan
Ia berharap, penyelesaian sertifikat terhadap 165 unit rumah bisa segera tercapai. Pihaknya juga meminta, para debitur untuk bisa bersabar.
“Kiranya para debitur untuk bisa bekerjasama dan bersabar dalam proses penyelesaian sertifikat tersebut,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, puluhan warga menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Cabang BTN Cikokol, Kota Tangerang pada Selasa (31/01/2023). Kedatangan mereka bertujuan untuk menuntut sertipikat rumah yang belum juga diberikan. Pengunjuk rasa merupakan warga Perumahan Nuansa 2 Mekarsari, Rajeg, Kabupaten Tangerang.
Para pengunjuk rasa membawa pengeras suara untuk melakukan orasi. Mereka juga membentangkan banner dan poster bertuliskan tuntutan masing-masing. Dan terlihat juga, sejumlah aparat kepolisian turut mengamankan di lokasi. Aksi tersebut juga diwarnai dengan pemblokiran akses pintu masuk BTN, yang menyebabkan nasabah dan karyawan BTN tidak masuk ataupun keluar.
Salah seorang pengunjuk rasa, Ahmad Supandi mengatakan dia sudah melunasi kredit rumahnya sejak tahun 2018 lalu. Namun hingga kemarin, Ahmad tidak menerima sertifikat kediaman yang dibeli dengan fasilitas KPR BTN sejak tahun 2000 itu. Menurut Ahmad, warga merasa dipermainkan karena sebelum membeli rumah dijanjikan seluruh proses dokumen akan mudah saat sudah terjadi pelunasan KPR.
“Tapi kenyataannya setelah kami melunasi KPR sertifikat yang dijanjikan tidak kami terima hingga saat ini. Saya pelunasan itu tahun 2018. Dari pelunasan sampai sekarang nggak ada proses apapun,” ujar Ahmad Supandi, warga perumahan Nuansa 2 Mekarsari, Selasa (31/1).
Baca Juga: Polsek Rajeg Selidiki Aktivitas Galian Tanah, Diduga Tak Punya Izin
Ahmad merasa ditipu dalam perkara ini. Dia merasa sudah melaksanakan kewajibannya namun tak memperoleh hak sebagaimana mestinya. Ahmad menduga bank BTN Tangerang dan PT Nuansa Graha Cipta selaku pengembang perumahan telah menipu dirinya dan ratusan warga penghuni lainnya yang tak kunjung mendapatkan legalitas atas kepemilikan rumah mereka. (mg3)
























