SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Jalur AMD lintas timur, dari simpang Cigadung hingga pertigaan Cipacung, terbilang minim lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Padahal, jalur tersebut, merupakan lintasan alternatif pariwisata.
Selain berkelok dan naik – turun tanjakan, jalur tersebut merupakan salah satu lintasan yang kerap digunakan pengendara roda dua maupun roda empat, saat memasuki akhir pekan hendak menuju ke beberapa tempat wisata di Pandeglang.
Akibatnya, sebagian besar masyarakat menilai, jalur tersebut terbilang rawan kecelakaan dan rawan tindakan kriminalitas. Bahkan, juga masih minim rambu – rambu lalulintas.
Seorang pengendara yang kebetulan melintasi ruas jalan Provinsi itu, Hermansyah mengatakan, musim liburan lebaran kemarin saja jalur tersebut padat dipenuhi pengendara yang hendak masuk dan pulang dari tempat wisata.
“Dari Serang dan Rangkasbitung Kabupaten Lebak, masuk ke jalur itu. Apalagi yang mau ke tempat wisata Cash Water Park Cikole dan Kolam Rendam Cisolong,” kata Herman, Kamis (4/5/2023).
Katanya, sejumlah belokan di jalur itu cukup terjal, termasuk tanjakannya juga. Terlebih saat malam hari, pengendara diharapkan ekstra hati-hati, karena khawatir terjadi kecelakaan.
Seorang warga setempat, Kiki mengaku, yang paling sering terjadi kecelakaan di titik tanjakan Lebak Seureuh dan tanjakan Jajaway, Kelurahan Pandeglang.
“Ditambah beberapa waktu lalu, sempat ada lubang tepat di tanjakan itu. Jadinya pemgendara yang tidak hafal medan, kadang terkecoh dan terperosok ke lubang, lalu kecelakaan. Kebanyakan pengendara motor,” ujar Kiki.
Ia berharap, pihak terkait termasuk pemerintah, untuk turun tangan menyikapi persoalan itu. Jangan sampai, korban terus bertambah.
“Termasuk di tanjakan depan kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Pandeglang tuh, sudah terjal jalannya bergelombang. Sangat rawan kecelakaan,” tandas pria berbadan tinggi ini.
Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi Golkar, M. Habibi Arafat menegaskan, pihak terkait harus segera bertindak.
“Ini menyangkut nyawa manusia, jangan dianggap enteng dan masalah biasa. Karena, bagaimanapun kondisi infrastruktur jalan masih mendominasi penyebab kecelakaan di jalan raya,” ungkap Habibi.
Ditegaskannya, kalaupun itu statusnya jalan Provinsi, paling tidak DPUPR dan Dishub Kabupaten Pandeglang, mengirimkan surat permohonan ke Pemprov Banten.
“Setahu saya, kalau lagi musim liburan, jalur itu krodit dan pasti macet,” imbuhnya. (mardiana)
