SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Alun – alun Pandeglang, masih menjadi primadona atau andalan tempat untuk bermain, nongkrong – nongkrong dan berolahraga bagi sebagian masyarakat.
Namun sayang, keindahan Alun – alun itu hanya tampak dari kejauhan. Karena, ketika dilihat dari jarak dekat, ternyata kesan kumuh dan semraut mulai terlihat. Salah satunya, trotoar sekitar.
Bagi pejalan kaki yang ingin menggunakan trotoar Alun – alun Pandeglang, harus ekstra hati-hati. Karena, banyak bagian lantai trotoar yang berlubang, bergelombang dan tak sedikit juga yang copot. Sehingga, sangat membahayakan.
Seorang pejalan kaki, Firmansyah mengaku, sering dan sudah lama melihat kondisi trotoar seperti itu. Menurutnya, terkesan dibiarkan.
“Makanya kalau malam, saya jalan kakinya di pinggiran jalan saja, nggk di trotoarnya. Takut kepeleset atau jatuh, kan nggak kelihatan, gelap,” kata Firman, seorang pejalan kaki yang kebetulan melintas, Selasa (9/5/2023).
Katanya, jangankan untuk orang tua atau yang sudah lanjut usia (Lansia), terlebih untuk penyandang disabilitas. Orang yang sehat, muda dan segar bugar-pun tetap harus hati-hati.
Menurutnya, beberapa bagian trotoar yang rusak dapat dilihat sejajar dengan tugu jam depan pendopo Bupati, jajaran yang kerap digunakan para Pedagang Kaki Lima (PKL), atau deretan tugu Adipura, serta sebagian sederetan dengan tugu patung badak.
“Itu kan fasilitas umum dan fasilitas khusus (fasum – fasus), dan merupakan hak pejalan kaki yang seharusnya mendapat perhatian khusus,” tambahnya.
Koordinator Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam), Zaenal Abidin menyatakan, penataan kota Pandeglang memang harus dievaluasi, termasuk kawasan Alun – alun.
“Alun-alun saja sudah tak diperhatikan, apalagi fasilitas lainnya. Alun – alun itu cerminan wajahnya suatu daerah,” ungkap Zaenal.
Ia juga mengkritisi terkait lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Alun – alun yang minim. Sehingga, malam hari kawasan tersebut terlihat gelap dan remang – remang.
“Kondisi itu, memancing dan mengundang oknum tertentu untuk memanfaatkannya dengan hal yang tidak baik. Padahal, pendatang atau wisatawan banyak yang sering menjadikan Alun – alun sebagai titik pertemuan dan kumpul,” terangnya.
Selain itu tambahnya, area taman dan tempat bermain juga diharapkan mendapat perhatian dan sentuhan. Karena, mengancam keselamatan anak – anak.
“Kalau libur akhir pekan dan musim liburan, banyak masyarakat yang bermain di sana. Biasanya, orang tua sekalian mengasuh anaknya,” imbuhnya. (mardiana)
























