SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Berkah Pandeglang, membutuhkan tambahan anggaran (dana) sebesar Rp 8,2 Miliar.
Dana sebesar itu, untuk optimalisasi pengoperasian SPAM Tanjung Lesung yaitu, menyediakan pipa pembagi yang tersambung ke pipa transmisi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tanjung Lesung.
Direktur Perumdam Tirta Berkah Pandeglang, Euis Yuningsih mengatakan, proyek SPAM KSPN tersebut telah selesai dibangun oleh Pemerintah Pusat dan sudah diserahterimakan kepada Pemkab Pandeglang.
Akan tetapi, masih banyak fasilitas penunjang yang harus dilengkapi agar bisa berjalan dengan baik.
Sejauh ini, kata dia, baru ada pipa transmisi yang terpasang pada jaringan SPAM KSPN Tanjung Lesung. Oleh karena itu, pihaknya membutuhkan anggaran besar agar sarana tersebut bisa segera dioperasikan.
Akan tetapi, usulan bantuan yang disampaikan itu belum direspons karena belum dilengkapi dengan Peraturan Daerah (Perda) Penyertaan Modal.
Baca Juga: Sepanjang Tahun 2025, Perumdam Pandeglang Pasang 36,978 SR
“Baru ada pipa transmisi, pipa pembaginya belum ada. Untuk membeli pipa pembagi kita butuh Rp 8,2 Miliar, sudah kita usulkan ke Pemkab, Pemprov, Pemerintah Pusat, semuanya tidak turun karena tidak ada dasar atau Perda penyertaan modal ke Perumdam, sehingga belum diterima Kementerian PUPR,” kata Euus, Selasa (29/8/2023).
Euis optimistis di tahun 2024 mendatang, sarana tersebut bisa dilengkapi dengan semua fasilitas penunjang lainnya. Dengan begitu, mesin penyedia air bersih dengan kapasitas seratus liter per detik itu bisa segera dirasakan manfaatnya oleh semua pihak.
“Insya allah 2024 pipa pembaginya turun dari Pemprov Banten. Karena sayang juga kalau sampai tidak beroperasi. Kalau misalkan jadi monumen (tidak berfungsi-red) SPAM seharga Rp 130 Miliar, uang pemerintah pusat akan merugikan negara, alhamdulillah Perda dan Perbup nya sudah selesai,” tambahnya.
Selain pipa pembagi, pihaknya juga sudah mengajukan bantuan anggaran untuk pengadaan pipa sambungan rumah.
Apabila bantuan tersebut direspons, masyarakat tidak lagi dibebankan dengan biaya pemasangan pipa.
“Dari pipa pembagi ada lagi pipa ke sambungan rumah, itu juga minta bantuan ke Pusat, ada yang berupa DAK, ada yang langsung bantuan sambungan rumah. Kalau semuanya sudah turun, masyarakat tidak perlu bayar pemasangan, hanya perlu bayar pendaftaran saja. Nanti ada dari penyertaan pemerintah daerah Rp2 miliar,” paparnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Pandeglang Tb Udi Juhdi, mendukung pengoperasian SPAM KSPN Tanjung Lesung karena bisa mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat.
Oleh karena itu, dia berharap Pemkab Pandeglang bisa memberikan suntikan dana untuk pengoperasian sarana tersebut.
“Tentunya kuta dukung karena kan ke depan nantinya masyarakat bisa mendapatkan pasokan air bersih. Itu juga nantinya akan digunakan di KSPN Tanjung Lesung. Tentunya akan mendatangkan banyak manfaat juga bagi daerah,” imbuhnya. (mg4)
























