SATELITNEWS.COM, LEBAK—Warga Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung menyerbu bantuan air bersih yang disalurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Selasa (05/09/2023). Antusias warga bukan tanpa alasan. Sebab wilayah sekitar sudah dua bulan terakhir dilanda krisis air layak untuk kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya yang ikut serta menyalurkan air bersih di lokasi bahkan tak sungkan ikut serta memasukkan air yang dikucurkan dari mobill tangki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, ke dalam ember maupun tempat penampuangan air yang dibawa oleh warga.
Iti mengatakan, tantangan dalam penanganan bencana alam kekeringan adalah terbatasnya sumber daya manusia (SDM) dan peralatan/armada yang di miliki oleh Pemerintah Kabupaten Lebak. Namun, kata Iti pemerintah daerah terus melakukan penanggulangan terhadap dampak krisis air bersih bersama TNI dan Polri serta intansi lainnya. “Pendistribusian ini memang diperuntukkan untuk daerah-daerah yang rawan air bersih berdasarkan laporan kecamatan atau desa,” kata Iti.
Menurut Iti, berdasarkan keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), El Nino diprediksi masih akan terjadi hingga bulan Oktober 2023 mendatang. Oleh karenya, pemerintah daerah akan terus melakukan monitoring ke semua wilayah. “Pendistribusian air bersih akan kembali dilakukan secara kontinyu karena setelah kita lihat sumber-sumber air yang biasa mereka gunakan itu sudah kering sehingga penyaluran akan dilanjutkan,” imbuhnya.
“Ya hari kita distribusikan air bersih sebanyak 25 ribu liter untuk Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung. Puluhan ribu liter air bersih tersebut disebar di empat titik,” timpal kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama.
Menurut Febby, Kecamatan Warunggunung merupakan salah satu kecamatan di Lebak yang terdampak kemarau. Sehingga membuat warga kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Maka dari itu, untuk mengantisipasi dampak bencana yang lebih meluas, perlu dilakukan upaya upaya penanganan tanggap darurat yang bersifat cepat, tepat dan terpadu sesuai standar dan prosedur penanganan tanggap darurat bencana kekeringan dengan menyalurkan air bersih.
Baca Juga: Bantu Wilayah Terdampak Kekeringan, PMI Banten Salurkan 840 Ribu Liter Air Bersih
“BPBD Lebak hingga saat ini sudah menyalurkan sebanyak 458,840 liter air bersih untuk membantu 9.084 kepala keluarga dengan 36.336 jiwa di 48 desa di 20 kecamatan. Ya selain hari ini, penyaluran air bersih terus dilakukan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih,” imbuhnya.
Salah seorang warga Desa Cibuah, Nani mengaku bantuan air bersih yang disalurkan pemerintah daerah sangat membantu dirinya dan warga lainnya. Betapa tidak, sejak musim kemarau melanda wilayahnya, sumur maupun sumber air lainnya kini jadi mengering. “Sebelum ada bantuan air bersih dari pemerintah, kita menggunakan air hasil resapan sumur. Itu pun kondisinya keruh karena bercampur dengan lumpur, sehingga ketika akan digunakan air tersebut harus diendapkan terlebih dahulu semalaman,” katanya.(mulyana)
























