SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, mulai melakukan pengecekan baku mutu air Sungai Cimanceuri yang menghitam, diduga tercemar limbah industri dan domestik, Senin (18/9). Hasil uji lab baku mutu akan keluar setelah 14 hari pemeriksaan.
Kepala Seksi Bina Hukum atau Wasdal pada Bidang PPKL Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Sandi Nugraha mengatakan, bahwa pihaknya pada Senin (18/9) lalu, telah melakukan pengambilan sampel air Sungai Cimanceuri untuk dilakukan pemeriksaan baku mutu air. Karena diduga tercemar limbah industri dan domestik. Sehingga membuat air sungai menjadi hitam bagaikan oli bekas.
“Sudah dilakukan pemgambilan sampel air sungai, pada Senin (18/9) kemarin,” kata Sandi kepada Satelit News, Selasa (19/9).
Menurut Sandi, hasil pemeriksaan baku mutu air Sungai Cimanceuri itu akan diketahui setelah 14 hari setelah dilakukan pengambilan sampel air. Untuk sementara, Sandi mengaku belum bisa memberikan kesimpulan apakah air Sungai Cimanceuri tercemar limbah atau tidak.
“Kita tunggu hasil labnya ya. Soalnya, kalau tanpa data, kita tidak berani memberikan kesimpulan,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Tangerang, Deden Umardhani mengatakan, bahwa memburuknya kualitas air Sungai Cimanceri tidak boleh dianggap sepele. Apalagi menyangkut persoalaan alam yang dimana itu menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat. Menurut Deden, Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang melalui DLHK harus sigap bertindak melakukan uji kualitas air.
Baca Juga: Pascakebakaran TPA Jatiwaringin, DLHK Kabupaten Tangerang Semprot Eco Enzyme
“Ini sangat berbahaya, melihat kualitas air yang sudah menghitam ini. Jangan dianggap sepele dan jangan diabaikan. DLHK harus sigap bertindak, melakukan pengawasan dan pemeriksaan,” kata Deden Umardhani kepada Satelit News, Kamis (14/9).
Deden juga mengatakan, DLHK tidak boleh underestimate, dengan langsung menyimpulkan bahwa menghitamnya air sungai dikarenakan kemarau panjang fenomena El-Nino, sebelum dilakukan pemeriksaan baku mutu air dan uji laboratorium.
“Jangan sedikit-sedikit dikaitkan dengan El-Nino. Harus dibuktikan terlebih dahulu baku mutu air sungainya, ada pencemaran atau tidak. Karena, kalau berdasarkan masyarakat sekitar, meski kemarau dan air surut, biasanya tidak sampai menghitam seperti itu,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























