SATELITNEWS,COM, TANGSEL—Kepala Bulog Divisi Regional Tangerang Omar Syarif menyebut stok beras di wilayah Tangerang Raya, termasuk Kota Tangsel, masih aman. Para pedagang yang terbebani tingginya harga beras dapat langsung membeli dari Bulog dengan jatah dua ton untuk setiap kios pedagang.
Kata dia, stok saat ini yang tersedia ada 15 ribu ton. Bagi para pedagang, jelas Omar, tinggal mengisi administrasi yang sudah ditentukan. Namun, dengan catatan nantinya para pedagang harus menjual dengan harga eceran tertinggi (HET).
Menurutnya, administrasi itu diperlukan untuk menghindari dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Artinya, sebut dia, penyaluran dapat tepat sasaran ke masyarakat.
“Iya, supaya memfilter orang-orang. Artinya yang bertanggung jawablah. Kita punya ketentuan supaya dia itu menyalurkan beras HET ke masyarakat tidak diperjualbelikan di atas HET dan sebagainya. Itu ada administrasi nya, surat pernyataan, surat keterangan dan sebagainya,” ujarnya, Senin (9/10).
Menurutnya, saat ini belum banyak pedagang yang mengetahui informasi tersebut. Untuk itu, pihaknya meminta agar para pedagang bisa mendatangi Bulog.
“Jadi ngga semua ngambil karena mereka ini ngga ngurus administrasi,” paparnya.
Baca Juga: Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton
Kata Omar, beras yang disediakan pihaknya memiliki batas harga ecer Rp 10.900 saat dijual ke masyarakat. Hal itu mengacu dengan keputusan badan ketahanan pangan nasional.
“Per kilo itu variasi ya, yang jelas sampai pada batas 10.900 per kilo. Itulah makanya kebutuhannya tidak boleh si penjual menjual di atas 10.900. Kita punya ikatan pernyataan.
Itu ada di keputusan Badan Ketahanan Pangan Nasional mengenai beras medium itu di harga Rp 9.950 dia ngambil ke gudang,” sebutnya.
“Silahkan ada spare-nya segitu, memang karena ada biaya operasional, tapi tetap si penjual tidak boleh menjual di atas HET,” imbuhnya.
Salah satu pedagang beras di Pasar Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jasuli mengatakan, dirinya selama ini lebih memilih mengambil beras di pasar Cipinang. Selain harga murah, dirinya mengaku tidak pernah mendapatkan beras dari Bulog.
“Agen besar pesan di Bulog ngga sampai ke pedagang kaya kita. Ngga kebagian saya. Paling Tangerang masuknya ke distributor gede masuk gudang. Masuk gudang ya udah nanti dioplos lagi ganti karung. Agen-agen disini berasnya jelek jelek mau jualnya juga malu. Makanya ngambil di Cipinang lumayan perbedaan nya. Cuma ongkosnya aja lebih,” pungkasnya. (eko)
























