SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) mencatat, jumlah air bersih yang sudah didistribusikan sebanyak 1.026.500 liter. Pasokan air bersih itu, diberikan sejak terjadi bencana kekeringan tiga bulan lalu.
Diketahui, hingga saat ini ada sebanyak 99 Desa di 26 Kecamatan yang mengalami kekeringan. Akibat hal itu, sebanyak 21.793 Kepala Keluarga (KK) atau 27.036 orang mengalami krisis air bersih.
Dari jumlah itu, ada sepuluh desa di empat kecamatan yang belum mendapatkan pasokan air bersih, karena kekurangan anggaran.
Kepala Bidang (Kabid) Logistik BPBDPK Kabupaten Pandeglang Lilis Sulistiyati mengatakan, secara keseluruhan sudah satu juta liter lebih air bersih yang didistribusikan kepada masyarakat yang terkena dampak kekeringan. Jumlah warga yang membutuhkan air bersih, terus bertambah.
“Secara keseluruhan sudah satu juta liter lebih air bersih, yang sudah didistribusikan. Air bersih itu, bantuan dari semua stakeholder. Kalau dari kita saja, sudah 660.500 liter untuk 15.456 KK di 82 desa di 23 kecamatan,” kata Lilis, Sabtu (14/10/2023).
Lilis mengatakan, meski dibeberapa daerah di Pandeglang sudah turun hujan, namun krisis air bersih masih tetap terjadi.
Baca Juga: Bantu Wilayah Terdampak Kekeringan, PMI Banten Salurkan 840 Ribu Liter Air Bersih
Hal itu karena, intensitas hujan belum sering dan belum merata. Sehingga, ketersediaan air bersih belum normal.
“Masih terjadi krisis air bersih, kan hujannya juga belum merata dan belum sering,” tandasnya.
Lilis mengatakan, hingga saat ini masih ada sepuluh desa dan ratusan KK belum mendapatkan pasokan air bersih, meskipun sudah mengajukan bantuan.

Hal itu terjadi, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki. “Masih ada 10 desa lagi yang belum terkirim air bersih sejak satu minggu kemarin, karena anggarannya belum ada,” ujarnya.
Ditanya terkait penggunaan dana Tidak Terduga (TT), dia mengaku hal itu belum bisa digunakan meskipun statusnya sudah siaga darurat bencana kekeringan.
“Dananya belum bisa digunakan, karena masih dalam tahap penyusunan RAB. Jadi kita masih menunggu sampai bisa digunakan,” pungkasnya.
Baca Juga: Kekeringan, Gerindra Kabupaten Serang Distribusikan 80.000 Liter Air Bersih
Iwan Setiawan warga Desa/Kecamatan Cikeusik berharap, agar Pemkab Pandeglang bisa segera menggunakan dana tersebut untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.
“Seharusnya bisa segera digunakan, karena sudah ditetapkan siaga darurat bencana. Kalau seperti ini, kan enggak bisa buat bantuan,” pungkasnya.
Intan Permata Sari warga Cikeusik lainnya, berharap agar Pemkab bisa membuat kebijakan guna mengatasi persoalan kekeringan yang selama ini terjadi.
Soalnya, apabila hanya memberikan bantuan, tidak menyelesaikan persoalan. “Bantuan itu memang perlu, tetapi lebih baik lagi jika ada solusi untuk mengatasi kekeringan, jadi bukan hanya memberikan bantuan,” imbuhnya. (mg4)
























