SATELITNEWS.COM, SERANG – Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengklaim, pihaknya tengah menggiatkan program link and mach antara pendidikan dengan dunia usaha, salah satunya dengan mendorong sekolah berbasis vokasi yang disesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Hal itu diungkapkan Al Muktabar, seusai menghadiri acara penutupan rangkaian kegiatan Eufoghia 2023 yang dilaksanakan oleh SMA Pesantren Unggulan Al Bayan, Yayasan Titian Tiara Cendikia, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Minggu (15/10/2023).
Menurut Al, dengan link and mach itu, maka persoalan lulusan SMK di Banten secara otomatis akan terserap di dunia kerja yang ada. Karena kemampuan lulusan anak-anak SMK itu sudah teruji dan berpengalaman.
“Apa yang mereka pelajari itu yang dibutuhkan di dunia kerja,” kata Al.
Selain itu, lanjut Al, sebagian besar para investor yang ada di Banten ini mereka sudah siap dan sepakat untuk bekerjasama dengan dunia pendidikan kita. Bahkan mereka juga bersedia jika perusahaannya dijadikan sebagai laboratorium bagi anak-anak SMK di Banten untuk mempraktikkan apa yang mereka pelajari di bangku sekolah.
“Mereka bisa langsung praktik di sana. Mereka diberikan pelatihan kerja dari awal. Ini bukan mempekerjakan anak, tapi anak dilatih bekerja. Di situ akan terjadi habbituasi untuk ber kebiasaan bekerja,” ucapnya.
Diakui AL Muktabar, Provinsi Banten sendiri menjadi tujuan investasi utama. Saat ini kita tengah mempersiapkan proses hilirisasinya dari setiap investasi yang ada, dan itu diperlukan link and mach antara dunia usaha dan pendidikan.
“Jembatan dari itu adalah optimalisasi sekolah-sekolah vokasi yang kita dorong bersama. dan pemerintah hadir di sana, dengan begitu kita akan bisa bekerjasama dengan dunia industry,” ucapnya.
Al juga mendorong setiap lembaga pendidikan, untuk meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) yang berwawasan global. Itu penting dilakukan agar apa yang dicita-citakan Indonesia emas tahun 2045 bisa tercapai.
Para tenaga pendidik dan kependidikan, menurut Al Muktabar, mempunyai peran yang strategis yang mempersiapkan para generasi bangsa untuk berkembang lebih jauh, baik dalam pengetahuan saintifik, bahasa, teknologi serta pengetahuan agama yang menjadi basis dasar mereka.
“Dengan pengembangan sisi kognitif itu, ke depan anak-anak kita ini dipastikan akan mempunyai daya saing yang tinggi di tengah persaingan global. Terlebih, saat ini pemerintah tengah focus mempersiapkan generasi emas tahun 2045 dengan segala potensi bonus demografi yang kita miliki,” kata Al Muktabar.
Selain itu, kepada para siswa SMA Al Bayan Al Muktabar menekankan agar mencita-citakan diri setinggi-tingginya, sehingga akan mempunyai berbagai pikiran besar untuk pembangunan bangsa ini.
“Saya yakin berbagai pikiran besar yang dimiliki anak-anak kita akan mampu diimplementasikan untuk kepentingan dan kemajuan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Saat ini, tercatat lebih dari 14 ribu lebih industri berdiri di Provinsi Banten dari industry besar, menengah sampai kecil. Jumlah industri itu tersebar hampir merata di delapan Kabupaten dan Kota, terutama di wilayah Banten Utara yang meliputi Tangerang Raya dan Kabupaten Serang dengan sector industry padat karyanya. Sedangkan untuk Kota Cilegon unggul pada industry padat modalnya.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten sendiri mencatat saat ini realisasi investasi di Provinsi Banten pada triwulan kedua ini secara nasional Provinsi Banten berada pada urutan kelima besar dengan capaian investasi sebesar Rp24,9 Triliun yang didominasi dari sektor investasi Penanam Modal Asing (PMA) sebesar 20,6 persen atau Rp17,09 Triliun sedangkan untuk Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 4,7 persen atau Rp7,80 triliun dengan serapan tenaga kerja yang dilakukan mencapai 30.291 orang.
Sementara itu, Ketua Yayasan Titian Tiara Cendikia Fajar Maulana mengungkapkan, saat ini sekolah yang dinaunginya baru bergerak pada jurusan sains atau IPA dan akan terus dikembangkan. Sejauh ini, 95 persen lulusannya sudah diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Kepada para siswa Fajar berpesan, agar jadilah seperti air, dimanapun ditempatkan ia bisa menyesuaikan. Jika di gelas, ia menyesuaikan dengan ruang yang ada di gelas, jika di ember ia menyesuaikan dengan ruang yang ada di ember itu. Namun tetap ia menjadi sebuah air.
“Artinya, dimanapun kalian berkarir nanti, tetaplah menjadi diri kalian sendiri, dengan berbagai bekal pengetahuan dan agama yang sudah ditanamkan di sini,” pungkasnya.
Mengacu pada data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu, Provinsi Banten masih menjadi daerah yang paling banyak pengangguran dibandingkan wilayah lain di RI.
BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di daerah ini sebanyak 486,35 ribu orang atau 7,97 persen.
Jumlah pengangguran ini berkurang dibandingkan periode yang sama pada Februari 2022, yaitu sebanyak 8,53 persen. Pada periode Februari 2023, Banten jadi daerah yang mengalami penurunan TPT terbanyak kedua setelah Provinsi Bali.
Adapun untuk struktur ketenagakerjaan di Banten saat ini ada 9,26 juta penduduk usia kategori kerja. Dari angka itu ada 6,1 juta jiwa warganya masuk kategori angkatan kerja. Dari jumlah 6,1 juta jiwa itu, sebanyak 5,62 juta orang memiliki pekerjaan. Sedangkan mereka yang menganggur sebanyak 486,35 ribu orang.
Dari gambaran 486 ribu lebih pengangguran itu, menurut survei BPS menggambarkan tingkat pengangguran didominasi lulusan SMA. Lulusan SMA menyumbang 12,63 persen tingkat pengangguran terbuka. Sedangkan mereka yang berstatus lulusan SD jadi penyumbang paling rendah. (luthfi)
























