SATELITNEWS.COM, PAKUHAJI – Puluhan warga melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji, Senin (23/10). Para peserta aksi unjuk rasa itu mengeluhkan aroma bau sampah dan meminta Kades menutupnya.
Salah satu warga Kampung Buaran Bambu RT01/RW06, Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji, Sahrul mengatakan, dilakukannya aksi unjuk rasa yang terdiri dari kalangan ibu-ibu dan bapak-bapak.
Mereka memprotes tempat pembuangan sampah yang sangat mengganggu masyarakat. Dan, masyarakat meminta agar fcvvades menutup tempat pembuangan sampah tersebut.
“Pembuangan sampah ini sangat bau sekali, apalagi ketika rembesan airnya ke sawah, itu membuat padi pata petani juga mengalami aroma bau,” kata Sahrul kepada Satelit News, Senin (23/10).
Kata Sahrul, selain menimbulkan aroma tak sedap, akibat adanya sampah itu membuat air sumur warga juga mulai mengeluarkan aroma bau. Hal itu dikhawatirkan dapat membayahakan kesehatan masyarakat sekitar.
“Masyarakat sudah mulai terkena penyakit kulit, berharap pembuangan sampah tersebut segera ditutup. Karna sudah sangat membahayakan warga sekitar lingkungan setempat,” keluh warga.
Baca Juga: 3 Pelajar Ditangkap Buntut Kematian 2 Remaja di Alam Sutera
Sementara itu, Kepala Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji Mulyati mengaku, telah menemui warga, dan akan merealisasikan tuntutan masyarakat.
“Kita sudah bicarakan hal itu, nanti kita bahas lebih lanjut,” tukasnya.
Anggota Trantib Kecamatan Pakuhaji, Iwan menambahkan, akan menindak lanjuti terkait adanya pembuangan sampah tersebut, dan menutup akses pembuangan sampah. Bahkan, diapun meminta kepada masyarakat agar melaporkan kepadanya apabila ada yang membuang sampah lagi.
“Sesuai keinginan masyarakat, mulai hari ini pembuangan sampah kita tutup. kalau masih ada yang buang sampah silahkan lapor kepada kami dan kami akan tindak tegas,” tukasnya. (alfian/aditya)





















