SATELITNEWS.COM LEBAK—Beberapa hari terakhir wilayah Kabupaten Lebak, khususnya di Kota Rangkasbitung kerap diguyur hujan dengan intensitas tinggi yang disertai petir dan angin kencang di sore hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta masyarakat untuk selalu mewaspadai dampaknya. Baik itu berupa pohon tumbang maupun banjir.
“Banyak potensi yang bisa ditimbulkan (hujan di sore hari). Sebab, turunnya hujan kerap disertai angin dan petir. Maka saya harap masyarakat untuk selalu mewaspadai potensi yang ditimbulkan akibat cuaca tersebut,” kata Kepala BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, Minggu (5/11/2023).
Peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan yang disebut pancaroba, menurut Febby tidak menutup kemungkinan menimbulkan potensi bencana bisa terjadi di Kabupaten Lebam. Maka, pihaknya terus melakukan sosialisasi baik melalui media sosial maupun meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa maupun dengan relawan BPBD yang tersebar di 28 kecamatan.
“Kabupaten Lebak salah satu Kabupaten di Provinsi Banten yang kerap diterpa bencana. Maka, pada peralihan cuaca ini agar masyarakat bisa meningkatkan kewaspadan,” turut Febby. “Bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Bencana seperti ini yang harus diwaspadai oleh masyarakat. Salah satunya menjaga lingkungan dengan tidak menebang pohon dan tidak membuang sembarangan,” pinta Febby.
Berdasarkan pemetaan jumlah yang memiliki kerawanan bencana, Febby mengungkapkan dari 28 kecamatan terdapat 14 kecamatan yang menjadi titik rawan longsor yakni Bayah, Sobang, Lebakgedong. Cigemblong, Bojongmanik, Cibeber, Muncang, Gunungkencana, Cipanas, Cileles, Cimarga, Cikulur, Leuwidamar dan Cilograng.
Sementara, terdapat 12 kecamatan yakni Kecamatan Cimarga, Kecamatan Leuwidamar, Kecamatan Rangkasbitung, Maja, Curugbitung, Muncang, Wanasalam, Cibadak, Gunungkencana, Cibeber, Panggarangan dan Bayah. Daerah tersebut, kata Febby merupakan jalur angin yang rawan terjadinya angin kencang atau puting beliung. “Mitigasi bencana terus kita lakukan sebagai upaya pencegahan dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Kepada masyarakat jika mengalami bencana segera laporkan,” imbuhnya.
Baca Juga: El Nino Mengancam, Polres Lebak Siapkan Sumur Bor
Senada dikatakan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Triatno Supiyono. Peralihan cuaca selain menimbulkan potensi bencana juga bisa menimbulkan wabah penyakit diantaranya demam berdarah dengue (DBD) maupun lainnya. Oleh karenya, pihaknya juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih. “Hindari membuang sampah sembarang, segera lakukan pembersihan air yang tergenang maupun lainnya yang dapat menimbulkan sarang penyakit,” pungkasnya.(mulyana)
























